Waspadai Premanisme Politik di Pilkada 2010

pilkada_jatimKonsorsium Pemilih Indonesia untuk Pemilu Bersih (KIP-PB) dari berbagai elemen baik tingkat nasional maupun daerah mewaspadai upaya praktik premanisme dan politik uang menjelang pemilihan pemilihan kepala daerah 2010.

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan KPI-PB, terhadap pelaksanaan pilkada se Indonesia pada tahun 2010. Salah satunya pemantauan menjelang pilkada di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dilapangan ditemukan masih terdapat praktik gelap tersebut.

“Temuan investigasi di lapangan masih memperlihatkan upaya praktik-praktik premanisme politik serta politik uang,” ujar  Kordinator Nasional Konsorsium Pemilih Indonesia untuk Pemilu Bersih Mohammad Fuad dalam keterangan pers yang diterima VIVAnews.

Menurutnya, hal itulah yang dikhawatirkan dapat mencederai proses demokratisasi yang sedang berjalan. Oleh karena itu, diperlukan kewenangan dan tanggung jawab KPUD yang lebih otoritatif dan independen. “Kita inginkan KPUD tak bisa diintervensi oleh kepentingan satu kandidat tertentu,” tegasnya.

Beberapa temuan investigasi dan hasil survei yang dilakukan Konsorsium selama beberapa hari di Hulu Sungai juga menyimpulkan, tingkat partisipasi politik masyarakat yang cukup tinggi untuk ikut terlibat dan datang ke bilik suara pada pelaksanaan pilkada 2 Juni 2010.

Menurut Fuad, kebutuhan masyarakat akan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan merupakan prioritas dari agenda pembangunan daerah yang mestinya menjadi isu utama kampanye para kandidat. “Persentasenya itu sebesar 55,43 persen,” ujarnya.

Sementara itu, hasil survei tentang tingkat popularitas kandidat bupati dan wakil bupati menunjukan dinamika yang kompetitif dan cukup dinamis.

Hal ini dibuktikan dengan tingkat pengenalan masyarakat Hulu Sungai Tengah yang cukup tinggi dari seluruh kandidat yang ada, antara lain Harun Nurrasid-Faqih Jarjani 33,22 persen, Muslih Amberi-Faried Fakmansyah 17,23 persen, Abdul Hakim-Aseffah Riffay 25,49 persen, Mansyah Saberi-dr. Asnal 15,21 persen, dan Subhan Saputra-Atthoilah 8,85 persen. (sumber: vivanews)

Related Blogs

    Filed Under: Kabar Pilkada

    Tags:

    About the Author:

    RSSComments (0)

    Trackback URL

    Comments are closed.

    • Quote of the Day
      Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.