Warga Kwamki Lama Bakar Jenazah Tabuni

kwamki lama bentrokRatusan warga Tuni Kama, Kwamki Lama, Timika, Papua, Jumat (14/5/2010) petang, menggelar prosesi adat pembakaran jenazah Tenius Tabuni, korban yang meninggal dunia akibat terkena panah dari warga Jalan Mambruk II.

Prosesi pembakaran jenazah Tenius dilangsungkan di depan Gereja GKII Antiokia Kwamki Lama, tak jauh dari kompleks sekolah SDI Kwamki I. Hadir dalam acara itu Kapolres Mimika AKBP Mochammad Sagi dan Waka Polres Mimika Kompol Erick Kadir Sully.

Lurah Harapan Kwamki Lama Yansen Magai mengatakan prihatin dengan masih berlangsungnya pertikaian antara dua kelompok warga di Kwamki Lama.

Magai mendesak Bupati Klemen Tinal, anggota DPRD, dan seluruh pimpinan dinas, badan, dan kantor di lingkungan Pemkab Mimika datang ke Kwamki Lama untuk mengambil langkah-langkah konkret guna penyelesaian konflik tersebut. “Bapak-bapak itu harus datang ke sini untuk menyelesaikan masalah ini, biar cepat selesai,” harapnya.

Magai mengaku sudah berulang kali mengimbau kedua kelompok warga agar menghentikan konflik. Namun, semua upaya yang dilakukannya bersama para tokoh masyarakat di Kwamki Lama tidak menuai hasil.

Sementara Kapolres Mimika AKBP Mochammad Sagi mengimbau warga kedua kelompok yang bertikai untuk menahan diri.

Sagi meminta dukungan dari Lurah dan para tokoh masyarakat di Kwamki Lama untuk ikut menenangkan warga yang bertikai dan mendinginkan suasana karena pertikaian yang telah berlangsung selama lima bulan ini hanya justru mendatangkan kesusahan dan penderitaan bagi warga sendiri.

Seusai memberi wejangan kepada massa kelompok Tuni Kama, Mochammad Sagi menemui warga kelompok atas Jalan Mambruk II.

Sagi lagi-lagi mengimbau warga kelompok Mambruk II agar menahan diri dan segera mengakhiri konflik yang telah menelan korban jiwa sebanyak lima orang itu. “Saya berharap peristiwa hari ini merupakan yang terakhir. Tidak boleh ada lagi korban meninggal karena pertikaian antarwarga,” kata Sagi.

Ia juga meminta kedua kelompok warga menghargai upaya perdamaian yang telah digagas sebelumnya dengan menggelar prosesi patah panah dan panah dua ekor ternak babi pada akhir Januari lalu.

“Kami harapkan bapak-bapak melepaskan asa dendam supaya daerah ini bisa aman dan tenteram, di mana semua orang bisa hidup dengan tenang tanpa rasa takut,” imbau Sagi.

Lima korban yang meninggal dalam pertikaian di Kwamki Lama terdiri atas dua warga Jalan Mambruk II dan dua warga Tuni Kama. Seorang korban tewas lainnya yaitu pelajar SMP YPPGI Abdiel Tinal Kwamki Lama, Isidorus Edoway.

Sesuai tradisi masyarakat pegunungan tengah Papua, pertikaian biasanya berakhir saat jumlah korban meninggal seimbang. Para korban yang meninggal, jenazahnya langsung dibakar oleh keluarganya. (sumber: kompas)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.