Selebaran Gelap Marak di Bontang

selebaran gelapAksi agresif mulai ditampakkan dua kandidat menjelang pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) Bontang yang digelar Kamis (2/12) besok. Kubu calon nomor 5 Neni Moerniaeni melakukan patroli 24 jam di sudut-sudut kota untuk menangkap pelaku black campaign, sementara kubu Adi Darma sibuk mengurus 11 laporan dugaan pelanggaran di Panitia Pengawas (Panwas) Bontang.

Neni dan Adi memang menjadi sasaran “empuk” black campaign. Lantaran bahasa dalam selebaran itu sangat menyudutkan, kubu Neni akhirnya bersikap agresif. Mereka menyiagakan 80 satgas Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) Bontang untuk patroli 24 jam. “Patroli itu menyisir penjuru Kota Bontang, termasuk di gang-gang,” ujar Andy Faisal, koordinator humas dan media center tim pemenangan Neni-Irwan.

Mereka juga menyiagakan tim-tim pemenangan tingkat kelurahan dan tim pemenangan tingkat RT. “Jadi begitu ada yang menyebarkan selebaran gelap, pasti kami tangkap,” tegas Andy Faisal.

Selebaran yang memojokkan istri wali kota Sofyan Hasdam tersebut diketik di kertas HVS, lalu difoto kopi. Tim Neni menemukannya di sejumlah tempat, di antaranya di pangkalan ojek kawasan Api-Api, Rawa Indah, Bontang Kuala, dan Berbas Tengah. Diduga selebaran tersebut disebar pagi-pagi buta. Terkait hal ini, tim pemenangan Neni-Irwan sudah melaporkannya ke Panwas dan Polres.

Ketua Panwas Bontang Aliyasan mengaku akan mempelajari semua laporan yang masuk. Apalagi Panwas memiliki waktu 14 hari hingga selesai pencoblosan, untuk memproses setiap laporan pelanggaran yang masuk. (sumber: kaltimpost)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.