Satpol PP Pilih Kasih Tertibkan Baliho Calon

spanduk pilkada bertebaranMenjelang suksesi Pemilukada Walikota Kendari 2012 mendatang, Kendari tampak sudah sumpek dengan baliho bakal calon yang terpampang di mana-mana. Pemkot tidak tinggal diam dengan hal tersebut, beberapa baliho yang dianggap tidak tertib dan tidak memiliki retribusi diturunkan.

Namun tindakan tersebut dianggap tebang pilih. Pasalnya tindakan penertiban yang dilakukan oleh Pol PP Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)  hanya pada baliho tertentu, sedangkan baliho lainnya dibiarkan. Hal tersebut diungkapkan ketua Lembaga Kontrol Publik Indonesia (LKPI), Asmin. Ia bahkan mengungkapkan bahwa tindakan penertiban yang dilakukan Pol PP Kendari melanggar etika.

Sebabnya, Pol PP tidak hanya menurunkan baliho yang terpasang di sekitar jalan raya, tetapi juga yang terpasang di halaman rumah. Ia memberikan contoh baliho salah satu calon yang terpasang di rumah rekannya bernama Maddatuang di sekitar bay pass juga ikut diamankan pol PP. “Itu bisa dikategorikan pencurian karena mereka masuk ke dalam halaman rumah orang lain tanpa izin,” jelasnya.

Anehnya lagi, ketika ia menangkap basah pol PP yang menurunkan baliho, alasan yang ia terima tidak sesuai. Ia menceritakan bahwa alasan penurunan baliho itu karena tidak memiliki retribusi. Alasan tersebut jelas Asmin tidak sesuai dengan Perda Pemkot Kendari No 2 tahun 2011 tentang pajak daerah.

“Dalam ketentuan umum poin 16 Perda itu, disebutkan bahwa reklame adalah benda, alat, perbuatan atau media yang menurut bentuk, susunan dan corak ragamnya untuk tujuan komersial, dipergunakan untuk memperkenalkan, menganjurkan, mempromosikan atau menarik perhatian umum terhadap suatu barang, jasa orang atau badan yang dapat dilihat, dibaca, didengar atau dinikmati oleh umum,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu ia juga menyebutkan bahwa baliho bakal calon yang diturunkan sama sekali tidak memuat kata-kata “calon walikota”, atau ajakan untuk memilih calon yang balihonya diturunkan itu. Artinya, tidak mengandung unsur menjual produk. “Saya berani bersaksi bahwa yang diturunkan itu salah satunya baliho Tony Herbiansyah yang isinya ucapan selamat menjalan ibadah puasa di bulan Ramadhan,” tukasnya.

Yang mengherankan kata Asmin di depan wartawan, bahwa ketika baliho calon lain diturunkan, baliho Asrun, atau Asrun dan Musaddar dengan isi pesan yang sama, tidak diturunkan. “Kita tidak ingin melakukan pembelaan terhadap calon lain, tetapi ini merupakan suatu bentuk arogansi pemerintah kota terhadap kehidupan berpolitik. Baliho tidak pernah bisa memilih, masyarakatlah yang menetukan pilihannya, seharusnya budaya itu ditanamkan Pemkot,” terangnya.

Beberapa waktu lalu, ketika Walikota Asrun ditanya hal serupa, ia menjawab sama sekali tidak pernah memberikan instruksi kepada SatPol PP melakukan penertiban baliho bakal calon. Kalaupun ada aksi yang demikian, ia mensinyalir itu hanya merupakan bentuk tanggung jawab Pol PP terhadap tugasnya untuk menjaga ketertiban daerah. “Saya tidak pernah instruksikan. Mungkin baliho itu tidak punya retribusi sehingga diturunkan,” singkatnya. (sumber: jpnn)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.