Saksi Penggugat Pilkada Majene Dikaratina

penghitungan suaraSebanyak enam saksi yang dipersiapkan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, masih dikarantina di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk menghindari tekanan tim pemenang pilkada, sebelum sidang gugatan digelar di Mahkamah Konstitusi.

Kordinator Tim Pemenangan nomor urut satu pasangan, Calon Bupati, Arifin Nurdin dan calon wakil bupati, Risal Muchtar, Marzuki Nurdin di Mamuju, Minggu, mengatakan, enam saksi kunci terpaksa dikarantina di kota Balikpapan guna menghindari adanya tekanan dari tim pemenang Pilkada pasangan Kalma Katta-Fahmi Massiara.

“Sangat riskan jika enam saksi ini masih berada di Majene karena pasti akan ada tekanan keras dari tim tergugat. Apalagi, saksi kunci yang dikarantina ini sebahagian Pegawai Negeri Sipil (PNS),” kata Marzuki Nurdin.

Ia mengemukakan, tiga cabup-cawabup berkoalisi menggugat pemenang Pilkada karena terindikasi melakukan pelanggaran besar, seperti politik uang, mobilisasi PNS ke rumah jabatan bupati tiga hari sebelum Pilkada digelar.

“Mobilisasi PNS salah satu pelanggaran keras yang dilakukan bupati incumbent, Kalma Katta. Apalagi, pertemuan itu dilakukan di rumah jabatan Bupati Majene,” ungkapnya. Saat ini, kata dia, bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan tim Kalma Katta, termasuk rekaman suara juga telah dipegang untuk disertakan dalam gugatan ke MK sejak 18 Mei 2011.

“Saat ini tiga tim pasangan cabup-cawabup telah berangkat ke Jakarta untuk memenuhi panggilan dari MK untuk menjalani sidang sengketa Pilkada ini,” tuturnya. Marzuki yang juga Wakil Ketua DPRD Majene ini mengatakan, kliennya telah menyiapkan delapan pengacara, termasuk Rudi Allfonso, Hatta Kainang dan beberapa pengacara lainnya.

Dia mengatakan, pihaknya merasa optimistis gugatan yang dimasukkan ke MK akan dikabulkan karena ada dukungan bukti-bukti kuat pelanggaran yang dilakukan pasangan Kalma-Fahmi. “pelanggaran yang dilakukan sangat berpotensi mempengaruhi hasil pilkada. Makanya, kami menempuh jalur hukum guna mencari keadilan karena penyelenggaran Pilkada ini tidak demokratis,” paparnya.

Pada perhitungan suara yang diplenokan KPU, kata dia, pasangan cabup-cawabup Kalma Katta-Fahmi Massiara (KAMI) sebagai pemenang pilkada dengan perolehan suara 33.533 suara atau sekitar 39,0 persen.

Kemudian urutan kedua perolehan suara didapatkan Arifin Nurdin-Risal Muchtar (AFDAL) dengan perolehan suara 21.612 suara atau 25,1 persen.

Sementara pasangan nomor urut empat yakni Andi Sukri Tammalele-Saharia (AST-SAH) berada di posisi ketiga dengan perolehan 16.729 suara atau 19,5 persen, sedangkan pasangan nomor urut dua Rizal Sirajuddin-Rusbi Hamid di posisi keempat dengan meraih 14.105 suara atau 16,4 persen. (sumber: gatra)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.