Rumah Jabatan Bupati Kobar Dibakar Massa

api menjalarPemilihan Kepala Daerah Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menyisakan persoalan. Kamis siang kemarin, pendukung salah satu pasangan membakar rumah jabatan Bupati Kobar.

Situasi di Kota Pangkalan Bun usai pembakaran tampak mencekam. Khawatir bakal meluas, warga di sekitar lokasi memilih menghentikan aktivitasnya. Pasar tradisional dan pertokoan pun tutup lebih awal.

Jalan-jalan utama tiba-tiba menjadi lengang dan senyap. Kendaraan yang lalu lalang juga tak seperti biasanya. Hanya ada satu-dua motor yang melewati lokasi kejadian tersebut.

Api membubung tinggi dari rumah jabatan bupati yang dibakar massa. Api sangat besar dan asap hitam menggumpal tampak dari kejauhan. Bangunan dan isinya ludes dilalap si jago merah hingga rata dengan tanah.

Aksi pembakaran rumah jabatan Bupati Kobar itu tampaknya dipicu oleh kekecewaan massa pendukung Bupati Kobar terpilih versi KPUD setempat, Sugianto Sabran-Eko Soemarno. Mereka kecewa karena pemerintah pusat akan melantik calon bupati yang dimenangkan Mahkamah Konstitusi, Ujang Iskandar-Bambang Purwanto (Uji-BP).

“Pasangan Sugianto dan Eko sebenarnya menang dalam pilkada, namun didiskualifikasi oleh putusan MK. Massa menolak rencana pelantikan Ujang dan Bambang menjadi bupati dan wakil bupati,” ujar salah seorang warga yang juga menjadi saksi pembakaran, Hendra Prayogi, Kamis.

Ia menyebutkan, massa marah karena mendengar adanya informasi yang menyebutkan Ujang dan Bambang akan dilantik di Jakarta, Jumat (30/12) ini.

Aksi demonstrasi massa pendukung Sugianto Sabran-Eko Soemarno (Sukses) sendiri sudah digelar sejak hari Rabu (28/12). Mereka tak terima calonnya dikalahkan Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka berkumpul di sejumlah pusat pertokoan dan konvoi.

Aksi serupa dilakukan Kamis (29/12). Mereka melakukan konvoi di sepanjang jalan Pangeran Antasari, Pangkalan Bun. Melihat gelagat itu, sejumlah pemilik toko mulai menutup tokonya. Saat tiba di depan rumah jabatan Bupati Kotawaringin Barat, di Jalan Pangeran Antasari, Pangkalan Bun, itulah massa yang emosi lalu melempari bangunan tersebut. Kaca-kaca pun pecah berantakan. Selanjutnya, entah bagaimana, tiba-tiba sekitar pukul 14.00 WIB massa membakar rumah jabatan Bupati Kobar.

Aksi pembakaran rumah jabatan bupati itu berlangsung singkat. Angin kencang mempercepat pelumatan rumah jabatan yang konstruksinya terbuat dari kayu itu. Aksi itu tak mendapat hambatan karena aparat keamanan tak tampak di lokasi. Aparat kepolisian dari Kepolisian Resor (Polres) dan Polda Kalimantan Tengah yang datang terlambat di lokasi tidak bisa berbuat banyak. Mereka berusaha memadamkan api, tetapi akhirnya mereka hanya menyaksikan rumah jabatan itu ludes seludes-ludesnya. Semula, aparat kepolisian konsentrasi di kantor bupati, di mana sejumlah massa melakukan demo.

Sementara kelompok massa pendukung Sukses buru-buru membubarkan diri dan meninggalkan tempat kejadian menyusul puluhan aparat kepolisian yang tiba di lokasi.

Hingga semalam belum diketahui berapa kerugian akibat aksi massa tersebut. Selain itu, apakah ada korban dan siapa yang diamankan belum diketahui. Kabarnya, rumah jabatan anggota DPRD juga ikut terbakar. Jarak lokasi yang dibakar oleh massa dari ibu kota Kalteng, Palangkaraya, 520 kilometer.

Menurut informasi dari Kobar, aparat kepolisian dari Dalmas dan Brimob berjaga-jaga ekstraketat di kantor bupati setempat. Kepolisian juga meningkatkan pengamanan di titik-titik sentral yang ditengarai menjadi sasaran amuk massa. Selain kantor bupati, DPRD, kantor polres, kejaksaan negeri, dan rumah pribadi Ujang Iskandar.

“Kami menyebar anggota kepolisian di tempat-tempat yang yang diperhitungkan menjadi sasaran amukan pendemo,” kata Kapolres Kotawaringin Barat Ajun Komisaris Besar Novi Irawan, kemarin. (sumber: suara karya)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.