Rekapitulasi Suara Terancam Diambil Alih

Rekapitulasi Suara Terancam Diambil Alih
Rapat pleno rekapitulasi hasil Pilkada Kabupaten Halmahera Selatan terancam diambil alih KPU Provinsi Maluku Utara, jika KPU setempat tidak sanggup menuntaskan rekapitulasi itu.
“Kalau sampai hari ini, KPU Halmahera Selatan (Halsel) belum juga menuntaskan rapat pleno rekapitulasi hasil Pilkada Halmahera Selatan, kemungkinan pleno itu akan diambil alih oleh KPU Malut,” kata Ketua KPU Halmahera Selatan Idham Iskandar Alam ketika dihubungi dari Labuha, Rabu (13/10/2010).
Rapat pleno rekapitulasi hasil pilkada di KPU Halsel dimulai 10 Oktober 2010, namun hingga hari ini pleno itu tidak tuntas, karena diskors menyusul terjadinya kericuhan dalam setiap pelaksanaan pleno.
Idham mengatakan, KPU Halsel sebenarnya ingin menuntaskan pleno tersebut secepatnya, tapi KPU Halsel kesulitan untuk melaksanakan pleno secara baik karena setiap dilaksanakan pleno selalu diwarnai kericuhan.
Kericuhan tersebut dilakukan oleh sebagian besar saksi pasangan calon bupati/wakil bupati Halsel, karena masing-masing saksi ngotot agar keinginan saksi harus dipenuhi dalam pelaksanaan pleno itu.
Menurut Idham, para saksi yang ngotot meminta agar KPU Halsel menunjukkan sisa suara dari seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), karena mereka mencurigai sisa surat suara tersebut diduga telah disalahgunakan pihak-pihak tertentu.
Namun, KPU Halsel belum bisa memenuhi tuntutan para saksi tersebut, karena KPU Halsel hanya menerima berita acara rekapitulasi hasil pilkada dari PPK, sedangkan sisa surat suara itu KPU juga tak mengetahuinya.
“Kami akan upayakan pleno rekapitulasi hasil Pilkada Halsel dituntaskan hari ini. Mudah-mudahan tidak ada lagi gangguan dalam pelaksanaan pleno itu,” katanya.
Aparat Kepolisian menurunkan ratusan personel pada pleno KPU Halsel guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik, khususnya antara para pendukung enam pasangan calon bupati/wakil bupati Halsel. (sumber: kompas)

rekapitulasi suara pilkadaRapat pleno rekapitulasi hasil Pilkada Kabupaten Halmahera Selatan terancam diambil alih KPU Provinsi Maluku Utara, jika KPU setempat tidak sanggup menuntaskan rekapitulasi itu.

“Kalau sampai hari ini, KPU Halmahera Selatan (Halsel) belum juga menuntaskan rapat pleno rekapitulasi hasil Pilkada Halmahera Selatan, kemungkinan pleno itu akan diambil alih oleh KPU Malut,” kata Ketua KPU Halmahera Selatan Idham Iskandar Alam ketika dihubungi dari Labuha, Rabu (13/10/2010).

Rapat pleno rekapitulasi hasil pilkada di KPU Halsel dimulai 10 Oktober 2010, namun hingga hari ini pleno itu tidak tuntas, karena diskors menyusul terjadinya kericuhan dalam setiap pelaksanaan pleno.

Idham mengatakan, KPU Halsel sebenarnya ingin menuntaskan pleno tersebut secepatnya, tapi KPU Halsel kesulitan untuk melaksanakan pleno secara baik karena setiap dilaksanakan pleno selalu diwarnai kericuhan.

Kericuhan tersebut dilakukan oleh sebagian besar saksi pasangan calon bupati/wakil bupati Halsel, karena masing-masing saksi ngotot agar keinginan saksi harus dipenuhi dalam pelaksanaan pleno itu.

Menurut Idham, para saksi yang ngotot meminta agar KPU Halsel menunjukkan sisa suara dari seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), karena mereka mencurigai sisa surat suara tersebut diduga telah disalahgunakan pihak-pihak tertentu.

Namun, KPU Halsel belum bisa memenuhi tuntutan para saksi tersebut, karena KPU Halsel hanya menerima berita acara rekapitulasi hasil pilkada dari PPK, sedangkan sisa surat suara itu KPU juga tak mengetahuinya.

“Kami akan upayakan pleno rekapitulasi hasil Pilkada Halsel dituntaskan hari ini. Mudah-mudahan tidak ada lagi gangguan dalam pelaksanaan pleno itu,” katanya.

Aparat Kepolisian menurunkan ratusan personel pada pleno KPU Halsel guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik, khususnya antara para pendukung enam pasangan calon bupati/wakil bupati Halsel. (sumber: kompas)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.