Produksi Jagung NTT 93 Persen

jagung nttSampai saat ini realisasi produksi jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 836.000 ton atau 93 persen dari target 900.000 ton produksi jagung NTT tahun 2010.

Jagung ini dibudidayakan di atas lahan seluas 291.000 hektare. Sedangkan untuk tahun 2011, Pemda Propinsi NTT menargetkan produksi jagung sebanyak 1,6 juta ton.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Drs. Saver Banggung, melalui Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Ir. Fredy Kabobu, Sabtu (7/8/2010).

Dia menegaskan bahwa peluang pengembangan dan produksi jagung di NTT sangat besar. Program ini diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten/kota di NTT, karena merekalah yang memiliki lahan dan petani.

Namun, dia mengakui sampai tahun kedua kepemimpinan Gubernur Frans Lebu Raya, program ini belum bisa langsung diterapkan oleh pemerintah kabupaten.

“Salah satu kendala yaitu tidak semua kabupaten konsentrasi dengan jagung sehingga kami langsung petakan wilayah potensial sebagai zona dan pilot project (pengembangan jagung),” katanya.

Dia mengatakan, ada sebagian kabupaten/kota yang belum melihat program itu sebagai program untuk rakyat. “Waktu kita pertemuan di Maumere Maret 2010 lalu, kita sudah anjurkan setiap daerah menyiapkan benih kemudian kita beli. Benih itu kita salurkan untuk musim tanam 2010-2011. Namun sampai saat ini beberapa daerah belum memberikan laporan, bahkan belum juga menyiapkannya. Kita membuat terobosan ini karena daerah yang tahu potensi sehingga penyalurannya efisien,” ujarnya.

Meski demikian, katanya, pemerintah propinsi masih terus menggencarkan pelaksanaan program jagung. Pemerintah propinsi senantiasa melakukan sosialisasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten.

Dua Zona
Menurut Fredy, untuk pengebangan jagung di NTT, Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT sudah membuat pemetaan wilayah berdasarkan potensi yang dimiliki. Ada dua zona yang ditetapkan, yaitu Zona Pulau Timor dan Zona Pulau Sumba.

“Zona Timor terdiri dari Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Belu. Sedangkan Zona Sumba terutama di Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya,” kata Fredy.

Dia menjelaskan, penetapan zona itu berdasarkan sejumlah pertimbangan dan potensi yang dimiliki setiap wilayah, antara lain potensi lahan, termasuk kondisi tanah. Selain itu, dua zona ini sama-sama memiliki tradisi pembudidayaan jagung sebagai makanan pokok.

“Tidak tertutup kemungkinan untuk diikuti daerah lain. Tapi untuk tahap awal, dua zona ini kita jadikan sebagai pilot project. Pada setiap zona akan kita buat pilot project dengan membentuk unit-unit pengembangan jagung,” katanya.

Dijelaskannya, di Zona Timor, untuk Kabupaten Kupang sendiri dibentuk empat unit, sedangkan di Kabupaten TTS, TTU dan Kabupaten Belu masing-masing satu unit.

Sementara di Zona Sumba dibentuk satu unit di setiap kabupaten. Bahkan dua unit sudah dibentuk di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Timur.

“Unit-unit ini sebenarnya lokasi percontohan pengembangan jagung. Karena itu, pada setiap unit kita kembangkan jagung seluas 10 hektare (ha). Minimal dalam pada satu unit ada satu kelompok yang terdiri dari 10 kepala keluarga (KK). Ini tahap awal kita sudah lakukan dengan harapan bisa berkembang ke setiap daerah. Zona dan unit yang kita bentuk tentu kita perkuat dengan pendampingan,” jelasnya.

Tentang budidaya jagung di NTT yang masih sebatas subsisten, Fredy mengakuinya. Dia berharap, pembentukan zona dan unit diharapkan bisa memberi pengertian dan pendampingan kepada petani sehingga bisa bergerak dari pola subsisten ke agribisnis. “Kita target ada 120 unit sebagai pilot project nanti untuk pengembangan jagung. Dari unit-unit itu kita sinergikan dengan sektor peternakan dan koperasi. Jadi setelah kita buat unit, dengan otomatis ada ternak kemudian koperasi. Jagung sendiri sebagai leading program. Kalau ini berjalan baik, maka masyarakat jelas merasakan manfaatnya,” ujar Fredy. (sumber: pos kupang)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.