Praktik Oligarki Kekuasaan Rawan Terjadi di Pilkada

ketua-dpr-marzuki-alieKetua DPR Marzuki Alie mengakui pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 2010 ini menimbulkan banyak persoalan. Selain masalah pembentukan Panitia Pengawas Pilkada yang sudah diputuskan Mahkamah Konstitusi, persoalan anggaran menjadi masalah lain yang cukup penting.

“Permasalahan lain dalam pelaksanaan Pilkada adalah persoalan anggaran. Oleh karena itulah juga muncul gagasan pilkada dilakukan serentak,” ungkap Marzuki, di Jakarta, Senin (5/4).

Hal tersebut, menurutnya, telah diantisipasi dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 75 tahun 2009 guna memberikan arahan terhadap pengelolaan belanja terkait pilkada.

“Sebagaimana diketahui bahwa sumber pendanaan pilkada adalah APBD masing-masing daerah, perlu diperhatikan upaya menciptakan yang baik, efektif, dan efisien, namun tetap memaksimalkan pencapaian terlaksananya proses demokrasi yang berkualitas,” ungkapnya.

Marzuki juga mengakui Pilkada tersebut memunculkan banyak pernyataan dan perdebatan. “Perdebatan tersebut tentang apakah pelaksanaanya ditunda atau akan tetap dilaksanakan,” paparnya.

DPR berharap, pelaksanaan pilkada yang diawasi pelaksanaanya oleh Bawaslu tetap menjunjung tinggi asas profesionalisme dengan tugas dan kewenangan yang diatur undang-undang.

“Menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat di daerah, termasuk kepala daerah yang masih menjabat, untuk mendorong terwujudnya iklim demokrasi yang bebas, bertanggung jawab, adil, dan akuntabel,” jelasnya.

Demokrasi yang dikembangkan, menurut Marzuki, harus sehat dan jangan sekedar untuk kepentingan personal semata.

“Proses demokrasi di tingkat lokal tersebut juga jangan sampai dicederai dengan praktek oligarki kekuasaan melalui cara-cara yang tidak elegan,” tambahnya. (sumber: media indonesia)

Related Blogs

    Filed Under: Kabar Pilkada

    Tags:

    About the Author:

    RSSComments (0)

    Trackback URL

    Comments are closed.

    • Quote of the Day
      Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.