PolMark: Dalam Pilkada, Politik Uang Tak Efektif

anggaran pilkadaPraktek politik uang untuk pemenangan kandidat calon kepala daerah masih mewarnai pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) 2010. Namun, apakah penggunaannya efektif?

“Tidak,” kata pendiri sekaligus CEO lembaga konsultan politik PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, dalam konferensi pers di Hotel Atlet Century. Menurutnya, dari segi efektifitas, politik uang sebenarnya tidak menjamin seorang kandidat calon kepala daerah bisa memenangkan pemilukada dengan mudah.

PolMart mengkaji hasil pemberitaan dari media massa yang melakukan studi khusus untuk mendapatkan data penting untuk pemilukada selama periode Desember 2010-Januari 2011. Hasilnya, kata Eep, sebanyak 40 persen responden pemilih menyatakan penolakan terhadap politik uang.

Sisanya, sekitar 60 persen diasumsikan menerima uang dari kandidat calon kepala daerah. Namun, ternyata hanya 13 persennya yang memilih kandidat yang memberi mereka uang. “Jadi dari segi efektifitas, (politik uang) sebenarnya rendah (untuk pemenangan),” ujarnya.

Eep mengatakan, penyelenggaraan pemilukada di Indonesia selama ini memang masih sangat boros. Biaya yang diperlukan untuk mensukseskan sebuah pemilukada masih sangat tinggi, termasuk untuk biaya kontestasi peserta.

Masih maraknya praktek politik uang dalam pemilukada, lanjutnya, secara keseluruhan dipengaruhi oleh enam faktor. Antara lain, aktor (kandidat calon kepala daerah), aturan pemilukada, institusi yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilukada, mekanisme pemilihan, publik, dan sistem pemilihan.

Eep mengatakan, praktik politik uang biasanya akan digunakan oleh para kandidat yang putus asa (desperate), karena mereka tidak memiliki ‘senjata’ lain untuk memenangkan pemilihan. “Kemampuan tidak ada, basis massa pemilih tidak punya, dan popularitasnya kecil,” ujarnya.

Politik uang juga dilakukan kandidat calon yang beranggapan bahwa politik dan pemilukada adalah kegiatan yang bersifat transaksional. Mereka tidak akan rugi keluar uang dalam jumlah banyak untuk politik uang, karena mereka akan memperoleh kembali uang tersebut dalam jumlah lebih besar setelah berhasil memenangkan pemilihan. (sumber: tempo interaktif)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.