Polda NTT Dalami Isu Makelar Kasus

ilegal loggingKepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur akan segera mengambil langkah untuk menyikapi dugaan praktek makelar kasus yang terjadi di Direktorat Polisi Perairan (Polair).

“Informasi ini masih sebatas isu yang belum tentu benar, tetapi kita tentu akan menyikapi kasus ini untuk mengetahui apakah laporan yang disampaikan masyarakat itu benar atau tidak,” kata Kabid Humas Polda NTT Komisaris Polisi Okto Riwu, di Kupang, Rabu (5/5/2010).

Dia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan melalui telepon genggam terkait pernyataan Haji Sudirman, seorang pengusaha kayu di Kota Kupang yang mengaku ada makelar kasus di Polair NTT yang berperan sebagai pelobi untuk membebaskan kapal penuh muatan yang ditahan Polair NTT dengan uang tembusan.

Dalam praktek itu,  kata H Sudirman, melibatkan H Yusuf, sesama pengusaha kayu di Kota Kupang. Modusnya adalah H Yusuf mendatangi para pengusaha kayu yang kayunya ditahan Dit Polair NTT.

Para pengusaha kayu yang kayunya ditahan ini diminta menyetor sejumlah dana untuk menyelesaikan kasus yang sedang dalam proses penyidikan Dit Polair NTT.

“Ada makelar kasusnya di sini. Namanya H Yusuf. Dia yang selalu berhubungan dengan Polair,” kata Sudirman.

H Sudirman juga yang mengaku sebagai korban dari praktek ini mengatakan H Yusuf sering mendatangi para pengusaha kayu yang sedang dalam proses hukum di Dit Polair NTT, lalu memberikan jaminan bahwa kasus yang terjadi bisa diselesaikan.

“Penjual kayu banyak yang menjadi korban dari dia ( Yusuf). Dalam kasus itu ada yang menangkap, tetapi ada yang bertindak sebagai pelobi untuk melepaskan kasus itu. Jadi kalau sudah menyerahkan uang baru kapal dan kayunya dilepas. Kalau tidak seperti itu, tidak mungkin dilepas,” katanya.

Haji Sudirman menuturkan, beberapa waktu lalu H Yusuf pernah menemuinya setelah KM Muhyii Samudra yang mengangkut kayu miliknya yang diamankan Dit Polair NTT 2 Februari 2010.

“Dia datang lalu berbicara dengan saya bahwa tidak ada masalah. Ini hanya uang saja. Kepada beberapa pengusaha kayu yang pernah bermasalah hukum di Polair NTT, dia meminta uang dengan alasan untuk pengaturan di sana (Dit Polair). Dan terbukti kapal-kapal yang ditahan itu akhirnya dilepas tanpa proses hukum. Ada pengusaha yang punya bukti dan hal itu akan kita ungkap nanti,” ujar Sudirman. (sumber: kompas)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.