PLN NTT Akan Penuhi Permintaan Listrik 20 MW

petugas_pln_tengah_memperbaiki_jaringan_listrik_di_gardu_induk_gandul__jakarta_PT PLN Nusa Tenggara Timur akan memenuhi permintaan listrik sebanyak 20 megawatt pada 2011 untuk mendukung aktivitas bisnis berskala besar di wilayah ini.

General Manager PT PLN Nusa Tenggara Timur, Santoso Januwarsono mengatakan di Kupang, Sabtu, untuk 2010, PLN Nusa Tenggara Timur belum dapat memenuhi kebutuhan energi listrik seperti yang diharapkan pengusaha terutama investor batu mangan karena kapasitas pembangkit masih terbatas.

Januwarsono mengatakan hal itu terkait masalah keterbatasan pasokan listrik yang menghambat masuknya sejumlah investor asal China, Vietnam, Australia, dan Malaysia untuk membangun pabrik pengolah batu mangan di Nusa Tenggara Timur pada 2010.

Eksportir batu mangan asal Nusa Tenggara Timur Mark Angtrong mengatakan, ketersediaan energi listrik di Nusa Tenggara Timur hanya mencapai 10 MW sehingga menyulitkan pengusaha batu mangan untuk membangun pabrik pengolahan mangan untuk diantrapulaukan atau diekspor ke luar negeri.

Keterbatasan energi listrik di wilayah ini, katanya. mengakibatkan banyak pengusaha batu mangan akhirnya tidak memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Salah satu pasal Peraturan Pemerintah itu menyebutkan, pengusaha batu mangan antarpulau harus memenuhi sejumlah syarat seperti  memiliki pabrik atau alat pemurnian mangan dalam wilayah di mana perusahaan tersebut melakukan aktivitas membeli, mengangkut dan menjual ke luar wilayah tersebut.

Akibat peraturan ini,  usaha ini menjadi stagnan dan terjadi penumpukan mangan  hasil galian masyarakat di Pulau Timor dan sekitarnya mencapai 30 hingga 80 ton dan cukup meresahkan masyarakat dan pengusaha.

Menurut Januwarsono, saat ini PLN wilayah NTT hanya mengoperasikan mesin pembangkit listrik tenaga diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga atau aktivitas bisnis dalam skala kecil.

“Memang sudah ada sumber daya listrik dari energi terbarukan dan energi alternatif seperti listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga uap, dan air serta tenaga angin di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur, namun belum semuanya beroperasi,” katanya.

Menurut dia, pada 2010 baru Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa di Kabupaten Ende dengan kapasitas 2×7 MW dan dan PLTU Mataloko 2×2 MW di Kabupaten Ngada yang dioperasikan dan diharapkan PLTU Ulumbu Di Kabupaten Manggarai serta PLT Batu Bara di Bolok Kabupaten Kupang dapat dioperasikan pada 2011,” katanya.

Dia mengatakan, apabila PLTU tersebut telah dioperasikan,  kebutuhan listrik 20 MW dapat terpenuhi dan aktivitas bisnis berskala besar tidak terhambat lagi. (sumber: pos kupang)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.