Pilkada Semarang Satu Putaran, Golput Diprediksi 40%

Seorang pasien menggunakan hak pilihnya di Rumah Sakit Elisabeth Semarang

Seorang pasien menggunakan hak pilihnya di Rumah Sakit Elisabeth Semarang

Pasangan Soemarmo Hadi Saputro-Hendi Hendrar Prihadi (Marhen) tampaknya bakal menjadi pemimpin baru Kota Semarang 2010-2015.

Hasil penghitungan suara sementara KPU Kota Semarang dan dua lembaga lain menunjukkan pasangan itu unggul atas empat rivalnya, dengan perolehan suara di atas 30%.

Penghitungan sementara KPU Kota Semarang hasil Pilwalkot 2010, dari 2.240 TPS (80%), Marhen meraih 166.005 (34,04%) dari 523.208 suara yang sudah masuk. Jika hingga penghitungan akhir, persentase itu tidak banyak berubah, maka pasangan calon yang diusung PDI-P tersebut dipastikan menang satu putaran. Sesuai ketentuan UU No 12 Tahun 2008, meski ada dua pasang calon yang perolehan suaranya melebihi 30%, pemenangnya adalah rangking pertama.

Ketua KPU Kota Semarang M Hakim Junaidi mengatakan, penayangan penghitungan Pilwalkot secara online di www.kpukotasemarang.info sengaja hanya sampai 80% dari jumlah seluruh TPS yang ada, yakni 2.802 TPS. KPU akan menetapkan hasil penghitungan resmi pada 23-24 April di Hotel Patra dengan menggunakan penghitungan manual. ”Untuk keputusan final 100% kami perlu melakukan rekapitulasi dengan menggunakan penghitungan manual,” katanya, Minggu (18/4).

Di bawah pasangan Marhen, ada Mahfudz Ali-Anis Nugroho Widharto yang diusung Partai Demokrat meraih 151.938 suara (31,16%). Pasangan yang dikenal dengan sebutan Manis ini sempat diunggulkan berbagai jajak pendapat pilihan warga Kota Semarang. Selanjutnya perolehan suara secara berurutan ditempati pasangan calon Bambang Raya Saputra-Kristanto dengan 83.104 suara (17,02%), Harini Krisniati-Ari Purbono 45.478 suara (9,33%), dan Muhammad Farchan-Dasih Ardiyantari 41.126 (8,43%).

Dari jumlah surat suara yang masuk atau kehadiran pemilih (523.208) dibandingkan dengan jumlah DPT sebanyak 1.100.335 orang, maka jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya cukup besar. Diasumsikan, hingga penghitungan akhir nanti, jumlah golput sekitar 40%.

Menanggapi hasil perolehan suara sementara itu, Soemarmo menyatakan gembira dan menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah mendukungnya. Seharian kemarin, rumah Soemarmo di Jl Bukit Umbul, Sumurboto, Banyumanik ramai oleh para pendukungnya. Sehabis shalat magrib, diadakan sujud syukur dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Puluhan sukarelawan juga melakukan cukur gundul untuk merayakan kemenangan Marhen.

”Bila menang, kami siap merangkul calon-calon lain untuk ikut bergabung dalam pemerintahan. Selain itu juga stakeholder lain yang patut dihormati jasa-jasanya,” kata Soemarmo.

Sementara itu dari penghitungan internal DPC PDI-P Kota Semarang, berdasar laporan saksi melalui formulir C1, pasangan Marhen memperoleh suara 38%, disusul Manis 32%. ”Penghitungan di 95% TPS se-Kota Semarang. Tapi sudah bisa dipastikan, hasilnya tidak jauh dari itu,” kata Michael, wakil ketua Bidang Informasi DPC PDI-P.

Terpisah, lembaga survei Indonesian of Social Economics Research and Training (Insert) Institute yang menggelar penghitungan cepat atau quick count juga mengunggulkan Marhen. Muhammad Aris, direktur Insert Institute mengatakan, proses penghitungan dengan mengambil sampel 400 TPS dengan tingkat kepercayaan 95% serta margin error 1,5%.

”Bila membandingkan dengan berbagai hasil jajak pendapat yang sebelumnya banyak mengunggulkan pasangan Manis, kami memperkirakan pada hari H, pendukung Manis banyak beralih ke pasangan nomor urut tiga, Bambang Raya-Kristanto. Sementara pendukung Marhen tetap stabil,” katanya.

Hasil hitung cepat yang dilakukan Biro Statistics Center Himpunan Mahasiswa Statistika Universitas Diponegoro (Undip) juga menunjukkan keunggulan pasangan Marhen dibandingkan lainnya. Koordinator Biro Statistics Center, Dina Kusuma Wardani mengatakan, pihaknya menggunakan 93 TPS dari seluruh kecamatan se-Kota Semarang sebagai sampel.

Hasilnya, kata dia, Marhen unggul dengan 7.627 dari total 20.790 suara atau 36,69%. Urutan berikutnya ditempati Manis dengan 6.065 suara (29,17%), Bambang Raya-Kristanto mendapatkan 3.371 suara (16,21%), Harini-Ari Purbono memperoleh 2.251 suara (10,83%), dan Farchan-Dasih dengan 1.476 suara (7,10%). ”Total suara tidak sah 6,27% dan yang tak menggunakan hak pilih 39,76%,” kata Dina. (sumber: suara merdeka)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.