Pilkada Pati Berlangsung Dua Putaran

pilkada1Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berlangsung dua putaran. Dua dari enam pasangan calon bupati dan wakil bupati, kandidat yang akan maju pada pilkada putaran kedua adalah Haryanto-Budiono dan Sunarwi-Tejo Pramono.

“KPU akan menggelar putaran kedua pilkada Pati pada 10 September,” kata Ahmad Jukari anggota KPU Kabupaten Pati di Pati, Selasa (26/7/2011).

Berdasarkan penghitungan manual Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati, Selasa (26/7/2011), pasangan Haryanto-Budiono yang diusung tujuh partai politik memperoleh 204.606 suara (28,40 persen), sedangkan Sunarwi-Tejo yang diusung PDI-P Perjuangan 159.268 suara (22,11 persen).

Pasangan petahana yang diusung Partai Demokrat, Kartina Sukawati-Supeno, mendapat  114.635 suara (15,91 persen). Pasangan itu kalah dari dua pasangan perseorangan Sri Merditomo-Karsidi yang mendapat 118.625 suara (16,47 persen) dan Slamet Warsito-Sri Mulyani 118.059 suara (16,39 persen). Adapun satu pasangan perseorangan lainnya, Sri Susahid-Hasan hanya memperoleh 5.165 suara (0,72 persen).

Penghitungan itu berdasarkan suara sah yang masuk 720.358 suara, dari total suara sah dan tidak sah 737.742 suara. Dari jumlah suara masuk itu diketahui pemilih yang tidak menggunakan hak pilih atau golput sebanyak 281.627 orang dari total pemilih 1.019.369 orang.

Secara terpisah, calon bupati Sunarwi meminta DPP PDI Perjuangan mencabut instruksi yang melarang fungsionaris dan kader DPC PDI Perjuangan menggunakan hak pilih. Sunarwi mengakui kalau instruksi itu mengurangi perolehan suaranya, sehingga tidak dapat menang pada putaran pertama.

Surat Instruksi bernomor 1206/IN/DPP/VII/2011 tanggal 19 Juli itu dikeluarkan setelah calon yang direkomendasikan DPP PDI Perjuangan, Imam Suroso-Sujoko, tidak ditetapkan KPU Kabupaten Pati. KPU menetapkan Sunarwi-Tejo yang mencabut berkas pencalonan Imam Suroso-Tejo, ketika Sunarwi belum diberhentikan sebagai Ketua DPC PDI-P Pati oleh DPP PDI-P.

Dalam surat yang ditandatangani Megawati Sukarnoputri dan Tjahyo Kumolo, alasan DPP menginstruksikan hal itu karena PDI Perjuangan tidak mempunyai calon bupati dan wakil bupati, mengingat Sunarwi sudah diberhentikan sebagai anggota partai itu, dan tidak berhak menggunakan atribut partai.

Selain itu, DPP PDI Perjuangan sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang, terkait keputusan KPU yang tidak mengakomodir pasangan calon rekomendasi DPP PDI Perjuangan.

“Saya juga berharap DPP PDI Perjuangan mengembalikan saya menjadi kader partai dan menjabat lagi sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan,” kata Suanrwi. (sumber: kompas)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.