Pilkada Kubar untuk Tanaa Purai Ngeriman

pemungutan suara pilkadaPemilihan umum kepala daerah (pilkada) secara langsung menjadi isu sentral dalam diskursus politik nasional dan dipandang sebagai bagian integral proses perwujudan otonomi daerah. Hal ini menyebabkan pelaksanaannya merupakan momentum penting bagi proses demokratisasi politik di tingkat lokal.

Oleh karena pemilihan umum kepala daerah dipilih langsung seperti halnya presiden, maka kepala daerah otomatis adalah pimpinan politik yang berdaulat di tingkat lokal sehingga kebijakan yang akan diambil merupakan wujud dari kontrak politik dengan rakyat.

Pilkada langsung adalah terobosan pembangunan politik yang membuka partisipasi luas rakyat dalam menentukan pemimpin mereka di tingkat lokal.
Pilkada adalah sebuah proses yang tidak berdiri sendiri. Baik ataupun buruknya, damai atau pun rusuhnya, pilkada berkaitan langsung dengan berbagai subjek yang terlibat secara langsung dalam proses tersebut.

Keberhasilan pelaksanaan pilkada di beberapa daerah di Kaltim ini baik dalam pengertian ’prosedural’ apalagi ‘subtansial’ terkait dengan pemilih yang memiliki hak pilih, peserta pilkada, penyelenggara pilkada, yaitu, KPU, pemerintah, penegak hukum dan lembaga stakeholder (pemangku kepentingan) lainnya.

Pilkada yang bersih, damai, dan demokratis tentu saja menjadi impian dan harapan bagi semua rakyat. Kedamaian dan kenyamanan dalam sebuah proses pilkada tentu saja tidak bisa tercapai bila mana stakeholder yang terlibat dalam proses tersebut tidak menghargai dan berusaha menjaga nilai-nilai damai, bersih dan demokratis sebagai suatu nilai yang pertama dan utama dalam menjalani kehidupan sosial politiknya.

Apalagi, saat seperti sekarang ini — khususnya dalam menghadapi Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kubar yang rencananya akan dilaksanakan pada 24 Januari 2011.

Pesta demokrasi Kubar kali ini adalah yang kedua kalinya, sebelumnya pada tahun 2006 telah dilaksanakan pilkada langsung untuk pertama kalinya. Pilkada berlangsung bersih, damai, dan lancar yang dimenangkan pasangan Ismael Thomas – Didik. Pihak yang kalah pun menerima dengan lapang dada dan legawa keputusan KPUD Kutai Barat pada 2006 tersebut.

Bahkan beberapa pengamat politik menyatakan bahwa tingginya komitmen politik para peserta pilkada dan elit politik adalah kunci keberhasilan pelaksanaan pilkada di Kubar pada tahun 2006. Komitmen politik sejatinya memang dinilai sangat penting dalam mendorong pilkada bersih, damai, dan demokratis (Salma Tandjang, LSKP 2006).

Adanya insiden pengrusakan KPU Kubar pada 8 Desember 2010 lalu karena tidak lolosnya salah satu pihak serta adanya surat palsu Bawaslu yang merekomendasikan pihak tertentu tidak lolos verifikasi merupakan bentuk dari kurang dewasanya masyarakat maupun elit politik dalam menghadapi Pilkada Kubar 2011.

Diharapkan semakin kedepan, masyarakat bisa menjadikan ini suatu pelajaran yang berharga untuk terus mewujudkan kehidupan politik yang damai, bersih dan demokratis di Kubar.

Pada Pilkada Kubar 24 Januari 2011 akan diikuti 4 pasangan calon yang sudah tidak asing lagi bagi penduduk Kubar. Keempat pasangan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Adanya seruan untuk selalu mewujudkan pilkada secara damai, bersih, dan demokratis oleh beberapa kalangan masyarakat ataupun LSM, sebenarnya merupakan suatu bentuk interupsi atas kejadian hampir dalam setiap pilkada, di mana masyarakat selalu dihantui berbagai macam teror, kekerasan, dan setiap pilkada seolah meminta korban, meskipun adanya korban masih belum mampu membawa proses perbaikan.

Pada akhirnya seluruh keputusan berada di tangan rakyat Kubar untuk menentukan pilihan siapa pemimpin daerahnya kelak yang bisa mewujudkan Kubar menjadi kabupaten yang mempunyai Tanah Subur Makmur Melimpah Ruah (Tanaa Purai Ngeriman).

Mulai saat ini, marilah kita kembalikan roh demokrasi dengan cara menegakkan kembali rasionalitas, akal sehat dan kearifan lokal yang makin menghilang, yakni, dalam proses politik Pilkada Kubar 24 Januari 2011. (sumber: kaltim post)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.