PILKADA DKI Peluang Kandidat Parpol Lebih Terbuka

Pilkada GorontaloPilkada DKI 2012 Peluang Kandidat Parpol Lebih Terbuka. Sejumlah kalangan menilai, peluang bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub dan cawagub) dari jalur partai politik (parpol) untuk memenangi pemilihan umum kepala daerah (pilkada) DKI terbuka. Peluang jalur parpol dengan meloloskan empat pasangan cagub-cawagub akan berpeluang memperebutkan pemilih yang mempunyai hak pilih sebagai warga DKI. Kekuatan empat pasangan cagub-cawagub itu di antaranya tecermin dari perolehan kursi di DPRD DKI.

Menurut peneliti Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI), Nasrullah Kusadjibrata, syarat untuk mengikuti pilkada DKI adalah perolehan minimal 15 persen kursi DPRD DKI. “Syarat itu mencerminkan kekuatan masing-masing kandidat dari jalur parpol sesuai perolehan kursi di DPRD DKI,” katanya di Jakarta, Minggu (25/3).

Kekuatan di DPRD DKI sesuai hasil Pemilu 2009 mencerminkan potensi yang dimiliki empat pasangan cagub-cawagub. Terdapat 94 kursi DPRD DKI yang terbagi pada Partai Demokrat (PD) 32, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 18, PDI Perjuangan (11), Partai Golkar (7), Partai Persatuan Pembangunan (4), Partai Gerindra (6), Partai Hanura (4), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Amanat Nasional (PAN) 4, Partai Kebangkitan Bangsa (1).

Empat pasangan cagub-cawagub dari jalur parpol masing-masing Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (PD, PAN, Hanura, PDS, PKB), Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini (PKS), Joko Widodo-Basuki Tjahaya Purnama (PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan parpol nonparlemen), Alex Noerdin-Nono Sampono (Partai Golkar, PPP, PDS). Terdapat dualisme PDS dan belum jelas akan ke mana dukungan PDS ditetapkan oleh KPU DKI, tapi tidak akan mengubah sahnya pencalonan itu karena memenuhi jumlah minimal 15 persen kursi di DPRD DKI.

Sementara itu, peneliti PKKPI, GM Sukowati, menyatakan, peluang dua pasangan dari jalur independen untuk lolos dalam putaran I pilkada DKI lebih kecil. “Terdapat empat pasangan dari jalur parpol dan dua pasangan jalur independen, maka mesin parpol sudah bergerak cepat untuk memperoleh kemenangan dalam pemilukada DKI,” katanya.

Menurut Sukowati, dengan 7,5 juta pemilih di mana masing-masing parpol sudah mengukur kekuatan masing-masing, maka suara yang diraih oleh kandidat dari jalur parpol akan lebih besar dibanding suara yang diraih oleh jalur independen. “Masing-masing parpol sudah mempunyai basis dan kantong suara dilihat dari hasil Pemilu 2009,” katanya.

Dengan dukungan sekitar satu juta KTP, menurut Sukowati, terdapat sekitar 6,5 juta suara akan diperebutkan empat kandidat dari jalur parpol. “Dukungan riil kandidat dari jalur parpol masih lebih besar dan nyaris mustahil suara yang diraih parpol tahun 2009 akan diambil oleh jalur independen,” katanya.

Pengamat politik Amir Hamzah mengatakan, dukungan jalur independen tidak riil. “Sesuai hasil verifikasi KPU DKI, dukungan terhadap jalur independen itu telah berkurang 50 persen terhadap calon independen dari batas minimal dukungan sebanyak 407.340 orang,” katanya.

Jika akhirnya menang, kata Hamzah, kepala daerah dari jalur independen akan sulit bekerja sama dengan DPRD DKI. “Untuk lolos pada putaran pertama saja akan sulit karena pilkada DKI ditentukan perolehan 50 persen + 1, sangat beda dengan pilkada lainnya,” katanya. (suara karya)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.