Pilkada DKI 15 Tokoh Siap Jadi Cagub

pilkada1Pilkada DKI Jakarta 15 tokoh siap maju jadi Cagub. Pemilihan Kepala Derah (Pilkada) DKI Jakarta periode 2012-2017 bakal berlangsung semarak. Sebab, empat bulan menjelang pemungutan suara, 11 Juli mendatang, paling tidak sudah 13 nama tokoh dari partai politik dan dua calon jalur perseorangan (independen) menyatakan siap maju menjadi cagub DKI Jakarta.

Tokoh yang bakal maju melalui dukungan partai politik (parpol), yakni petahana Gubernur DKI Fauzi Bowo, Rachrowi Ramli (Partai Demokrat), Triwisaksana (PKS), Joko Widodo, Nono Sampono, dan Boy Bernard Sadikin (PDIP). Lalu empat kader Partai Golkar, masing-masing Alex Noerdin, Tantowi Yahya, Azis Syamsuddin, dan Prya Ramadhani juga siap maju menjadi cagub. Kader partai lain yang juga ikut meramaikan bursa cagub DKI Jakarta uini adalah Wanda Hamidah (PAN).

Sedangkan dua pasangan calon independen yang telah menyertakan bukti dukungan dan menunggu hasil verifikasi KPU DKI Jakarta adalah Hendardji Supanji-Achmad Reza Pitra dan Faisal Basri-Biem Benyamin.

Maraknya bursa cagub dan cawagub DKI Jakarta untuk pilkada mendatang ini bertolak belakang dengan lima tahun lalu. Saat itu Pilkada DKI Jakarta hanya diikuti dua pasang calon, yaitu Fauzi Bowo-Prijanto (didukung 19 parpol) dan Adang Darojatun-Dani Anwar (PKS).

Dukungan lintas partai mulai mengalir untuk figur yang santer maju jadi cagub. Salah satunya adalah Alex Noerdin, kader Partai Golkar yang kini menjabat Gubernur Sumsel. Dia mendapat dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Minggu (4/3).

Uniknya, DPP Partai Golkar sendiri belum menetapkan cagub jagoan mereka. Keputusan tenteng itu baru diambil dalam waktu dekat.

Sementara itu, dukungan PPP terhadap kader Partai Golkar bukan tanpa catatan. “Kalau yang dicalonkan Golkar adalah Alex Noerdin, kami mendukung. Namun kalau yang dicalonkan bukan Alex Noerdin, kami tidak akan melanjutkan koalisi,” kata Wakil Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa di sela Muswil Kerja PPP di Jakarta, Minggu kemarin.

Suharso yang mantan Menpera itu menilai hanya Alex yang paling tepat menggantikan Fauzi Bowo. “Karena mengurus Jakarta itu tidak main-main. Kapabilitas yang dilihat. Calon lain tidak punya syarat itu,” papar Suharso.

Ketua DPW PPP DKI Jakarta Lulung Abraham Lunggana yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta menambahkan, Alex merupakan figur yang cocok untuk memimpin Jakarta. Alex telah banyak makan asam garam dalam memimpin pemerintahan setingkat provinsi.

“Alex Noerdin adalah warga negara Indonesia dan gubernur teladan yang sangat cakap. Dia juga meraih penghargaan Amerika menyangkut program kesehatan dan pendidikan. Dia bisa menyelesaikan selama 83 hari persoalan pendidikan dan kesehatan di Sumsel,” katanya.

Alex sendiri tetap merendah terhadap dukungan PPP itu. Dia mengaku masih menunggu keputusan DPP Partai Golkar. Karena itu, Alex tetap menjalankan tugas sebagai Gubernur Sumsel.

“Saya tidak mau mendahului. Silakan tafsirkan sendiri,” kata Alex yang ikut hadir dalam Muswil Kerja PPP di Jakarta, Minggu.

Alex tidak mau berkomentar mengenai kepastian Golkar menghadapi Pilkada DKI yang digelar 11 Juli mendatang.

Berdasarkan estimasi perolehan suara, Golkar dan PPP sama-sama berkepentingan berkoalisi dengan partai lain, karena total suara keduanya hanya 14 persen alias masih perlu satu persen lagi untuk memenuhi persyaratan 15 persen.

Meski masih merendah menunggu keputusan DPP Partai Golkar, Alex siap masuk bursa cagub DKI Jakarta. Dia mengaku tidak merasa terganggu oleh persidangan kasus suap Wisma Atlet SEA Games yang menyebutkan ada uang yang dialokasikan untuk dirinya dari PT Duta Graha Indah. “Insya Allah saya tidak (terganggu). Malah mungkin saya populer kali ya,” kata Alex setengah berseloroh.

Terkait pencalonan cagub DKI, Partai Golkar belum memberi sinyal siapa yang baka didukung. “Akan kita tetapkan minggu ini,” ucap Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Jakarta Barat, pekan lalu.

Menurut Aburizal, kader dari Partai Golkar seperti Tantowi Yahya, Alex Noerdin, Prya Ramadhani, dan Aziz Syamsuddin mampu memimpin DKI. Namun, harus dilihat apakah mereka mempunyai elektabilitas yang cukup atau tidak. (suara karya)

Filed Under: Kabar Pilkada

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.