Pilkada Depok Tanpa Pemantau

Pilkada Depok Tanpa Pemantau
Pemilihan umum kepala daerah di Depok, Jawa Barat, berlangsung tanpa pemantau satu pun. Pelaksanaan pemilukada di kota ini hanya oleh masyarakat dan Panitia Pengawas Pemilu Kada.
“Saya menyayangkan jalannya pemilukada kali ini, tidak ada pemantau. Padahal banyak lembaga kajian politik dan demokrasi di Jakarta. Keberadaan pemantau penting artinya untuk sama-sama mengawal proses demokrasi di Depok berjalan tanpa kecurangan,” tutur Sutarno, anggota Panitia Pengawas Pemilu Kada Depok, Jumat (1/10/2010) di Depok, Jawa Barat.
Pemantau Pemilu Kada, kata Sutarno, merupakan salah satu pihak yang berhak membuat laporan mengenai adanya pelanggaran. Selain pemantau, masyarakat juga dapat melaporkan pelanggaran selama proses pemilukada.
Saat ini Pemilukada Depok memasuki tahapan kampanye yang berlangsung sejak 29 September. Adapun pemungutan suara akan berlangsung pada 16 Oktober ini.
Ikhsan Darmawan selaku Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) juga menyayangkan nihilnya pemantau pada Pemilukada di Depok. Lembaganya, pada Pemilukada 2005, melakukan pemantauan di Depok. Namun, saat ini Puskapol UI tidak melakukannya. “Saya tidak tahu mengapa, ini keputusan pimpinan kami,” katanya. (sumber: kompas)

pemungutan suara_3Pemilihan umum kepala daerah di Depok, Jawa Barat, berlangsung tanpa pemantau satu pun. Pelaksanaan pemilukada di kota ini hanya oleh masyarakat dan Panitia Pengawas Pemilu Kada.

“Saya menyayangkan jalannya pemilukada kali ini, tidak ada pemantau. Padahal banyak lembaga kajian politik dan demokrasi di Jakarta. Keberadaan pemantau penting artinya untuk sama-sama mengawal proses demokrasi di Depok berjalan tanpa kecurangan,” tutur Sutarno, anggota Panitia Pengawas Pemilu Kada Depok, Jumat (1/10/2010) di Depok, Jawa Barat.

Pemantau Pemilu Kada, kata Sutarno, merupakan salah satu pihak yang berhak membuat laporan mengenai adanya pelanggaran. Selain pemantau, masyarakat juga dapat melaporkan pelanggaran selama proses pemilukada.

Saat ini Pemilukada Depok memasuki tahapan kampanye yang berlangsung sejak 29 September. Adapun pemungutan suara akan berlangsung pada 16 Oktober ini.

Ikhsan Darmawan selaku Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) juga menyayangkan nihilnya pemantau pada Pemilukada di Depok. Lembaganya, pada Pemilukada 2005, melakukan pemantauan di Depok. Namun, saat ini Puskapol UI tidak melakukannya. “Saya tidak tahu mengapa, ini keputusan pimpinan kami,” katanya. (sumber: kompas)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.