Pilkada Buton Dinilai Cacat Hukum

tempat pemungutan suaraPraktisi hukum di Buton, Munsir, SH menilai hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (4/8/2011), cacat hukum karena KPU tidak menyertakan pasangan calon bupati-wakil bupati yang memenuhi syarat ketentuan undang-undang.

“Pilkada yang digelar dengan melabrak ketentuan undang-undang, jelas hasilnya cacat hukum dan tindakan anggota KPU seperti itu, bisa dikategorikan sebagai kejahatan politik,” katanya melalui telepon dari Buton, Jum’at (5/8/2011).

Menurut Munsir, Pilkada Buton seharusnya diikuti 10 pasangan calon bupati-bupati wakil periode 2011-2016 yang memenuhi syarat sesuai ketentuan undang-undang. Namun KPU Buton hanya diikuti sembilan pasangan.

“Jauh sebelum hari ‘H’ pemungutan suara, KPU Buton sudah diperintahkan oleh KPU Sultra agar menyertakan semua pasangan yang memenuhi sayarat ketentuan undang-undang dalam Pilkada Buton. Namun perintah KPU Sultra tersebut dinafikkan oleh KPU Buton,” katanya.

Pasangan calon bupati-wakil bupati yang memenuhi syarat ketentuan undang-undang menurut KPU Sultra adalah pasangan Uku-Dani yang diusung Partai Demokrat bersama 10 partai kecil yang menjadi mitra koalisinya.

Namun melalui surat keputusan KPU bernomor 33 tahun 2011 tertanggal 13 Juli, pasangan tersebut digugurkan karena dianggap tidak memenuhi syarat ketentuan undang-undang.

Menurut anggota KPU Buton, Sahiruddin, salah satu partai politik pendukung pasangan tersebut rekomendasi dukungannya hanya ditandatangani ketua dan wakil sekretaris.

“Sesuai ketentuan undang-undang, rekomendasi dukungan dari partai politik terhadap pasangan calon bupati wakil bupati harus ditandatangani ketua dan sekretaris. Makanya, saat rapat pleno KPU, pasangan Uku – Dani dinyatakan tidak lolos verifikasi faktual,” katanya.

Pilkada Buton yang akan digelar Kamis (4/8/2011) diikuti sembilan pasangan calon bupati dan wakil bupati Buton periode 2011-2016.

Ke sembilan pasangan calon bupati-wakil bupati tersebut terdiri dari empat pasangan lewat partai politik dan empat pasangan lainnya melalui jalur perseorangan atau independent.

Hasil perhitungan cepat yang dilakukan LJI menempatkan pasangan Agus Feisal-Yaudu Salam Adjo sebagai pemenang Pilkada Buton.

Pasangan yang dijagokan Partai Golkar dan PKS tersebut memperoleh suara 32,57 persen dari jumlah pemilih sebanyak 185.151 suara.

Sedangkan rival beratnya pasangan Umar Samiun-La Bakrie yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN), PDP, PBR dan PPRN menurut hasil perhitungan cepat LJI yang disampaikan melalui konferensi pres di Kendari itu, hanya mampu meraih 24,40 persen.

Sementara pasangan Azhari – H La Naba yang diunggulkan PPP, Barnas dan PKB hanya meraih suara sebesar 20,22 persen. Sedangkan enam pasangan lainnya, rata-rata hanya memperoleh suara 7 persen ke bawah. (sumber: berita8)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.