Petani Kakao Dikhawatirkan Beralih ke Sawit

petani kakaoAsosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Sulsel khawatir jika petani kakao beralih menanam komoditi lain yang lebih menjanjikan dibanding menanam kakao.
Ketua Askindo Sulsel, Yusa Rasyid Ali menjelaskan, harga kakao yang terus berfluktuasi serta komoditi lain yang harganya lebih menjanjikan dikhawatirkan membuat para petani kakao mengalihkan jenis tanamannya seperti kelapa sawit.

“Kami khawatir kalau petani beralih ke tanaman lain yang dianggap lebih menguntungkan secara ekonomis. Sulsel bisa hilang sebagai produsen kakao dunia,” kata Yusa di DPRD Sulsel akhir pekan lalu.

Menurutnya, upaya pemerintah untuk menggenjot produksi kakao dengan gerakan nasional (gernas) kakaonya diharapkan bisa efektif untuk mendongkrak produksi kakao Sulsel yang kian menurun. Penurunan produksi diakibatkan tanaman yang ada tidak bisa maksimal lagi menghasilkan buah.

Ketua Komisi B DPRD Sul-sel itu melanjutkan, melalui program Gernas Kakao itu, diharapkan produksi kakao Sulsel bisa mencapai angka 300 ribu ton hingga tahun 2013 mendatang.

Saat ini produksi kakao Sulsel berada pada kisaran 100 ribu ton per tahun. Produksi tertinggi sebesar 150 ribu ton pernah dicapai provinsi ini beberapa tahun lalu.

Untuk program rehabilitasi kakao, pemerintah menganggarkan dana sekira Rp3,8 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan. (sumber: ujungpandang ekspres)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.