Perubahan Iklim Pengaruhi Pola Tanam Petani NTT

ntt kaya bahan baku semenPerubahan iklim yang terjadi akibat pemanasan global sangat berpengaruh terhadap pola tanam petani di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini terbukti, perubahan iklam memicu terjadinya gagal tanam dan gagal panen di NTT.

Kondisi ini diungkapkan pengamat agribisnis, Ir. Leta Rafael Levis, M.Rur.Mnt, di Kupang. “Fenomena inilah yang harus dianalisa dengan baik oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang dan menyampaikan kepada para petani di NTT agar tidak keliru dalam menerjemahkan musim tanam setiap tahun,” kata Leta Rafael, yang juga Dosen Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Menurut Leta Rafael, fenomena perubahan iklim tersebut berpengaruh besar terhadap usaha pertanian lahan kering di NTT, terbukti hingga Juli 2010, masih juga turun hujan yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah NTT.

Menurut hasil laporan dan analisis Badan Bimas Ketahanan Pangan NTT, hingga posisi Juni 2010, tercatat sekitar 1.481 desa di wilayah propinsi kepulauan ini mengalami kekeringan akibat perubahan dan penyimpangan iklim.

Jumlah desa dengan tingkat risiko rawan pangan ringan tercatat sebanyak 400 desa, risiko sedang sebanyak 335 desa dan desa risiko tinggi sebanyak 746 desa.

Leta Rafael yang juga Ketua Komisi Penyuluhan Propinsi NTT ini mengatakan, kondisi ini tidak akan terjadi jika sejak awal pihak pemerintah berkoordinasi dengan BMKG untuk memberikan informasi terkait iklim dan perubahannya. “Dengan demikian, para petani kita bisa tahu, kapan harus menanam dan kapan tidak boleh menanam dengan alasan-alasan berdasarkan analisa iklim yang dikeluarkan BMKG,” katanya.

Minimnya informasi iklim dan perubahannya itu menyebabkan para petani tetap mempertahankan pola konvensional dengan mulai menanam pada bulan November setiap tahun, dengan asumsi pada April musim kemarau sudah tiba.

Pada kenyataannya, kata dia, hingga Juli 2010 masih turun hujan meskipun dalam intensitas ringan. Kondisi ini cukup membingungkan para petani tadah hujan.

Ia mengharapkan BMKG lebih berperan lagi dalam menganalisa iklim dan perubahannya agar tidak lagi mengorbankan para petani yang sudah terpola dengan membuka musim tanam pada setiap November tahun berjalan. (sumber: pos kupang)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.