Perbaiki Manajemen Pendidikan di NTT

manajemen_pendidikan_NTTMasalah yang melilit dunia pendidikan di NTT menjadi tanggungjawab semua pihak. Agar tidak kian terpuruk, perlu dilakukan perbaikan manajemen pendidikan.

Hal ini disampaikan Drs. Aloysius Min, MM saat berbicara dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) Aktivitas Pendalaman Iman (API) Renha Rosari Mahasiswa Katholik Dioeses Larantuka Kupang, di Aula Sanlima Penfui, Sabtu (15/5/2010). Pembicara lainnya, Ketua Komisi C DPRD Kota Kupang, Nikolaus Fransiskus, S.Ip.

LKTD dengan tema Meretas Sosok Kader Pemimpin yang Tangguh dan Telada itu diikuti sekitar 70 anggota API Renha Rosasi.

“Pelbagai masalah yang sedang menimpah dunia pendidikan adalah menjadi tanggungjawab semua kita, bukan hanya menjadi tanggungjawab dinas,” tegas Alo Min.

Untuk mengatasi masalah pendidikan, lanjutnya, pertama perlu memperbaiki manajemen pendidikan, di antaranya konsep  the right man on the right place harus diterapkan. “Menempatkan orang sesuai pada bidang/tempatnya karena orang yang memiliki kemampuan dan kreatifitas yang tinggi, dapat memenes  pendidikan secara baik,” katanya.

Kedua, menempatkan guru sesuai kompetensinya. Ketiga, melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja guru dan semua lembaga/instansi pendidikan. Keempat, mengalokasikan anggaran tepat sasaran, baik penggunaan dan monitoring. Kelima desentralisasi sekolah yang diikuti dengan pengelolahan sekolah secara baik.

Mantan ketua PMKRI St. Frasiskus Xaverius Cabang Kupang ini, mengelompokkan masalah pendidikan menjadi, masalah umum dan masalah khusus/kecil. Masalah umum menyangkut, mutu dan daya saing, alokasi anggaran, dan tata kelolah atau akuntabilitas.

Sedangkan masalah khusus, menyangkut kinerja pengawas pendidikan yang belum maksimal, belum adanya kebijakan pemda terhadap peningkatan profesionalisme guru, manajemen dinas PPO yang belum berjalan secara maksimal, rombongan belajar di sekolah-sekolah yang tidak seimbang, dan penempatan guru yang tidak sesuai dengan bidangnya.

Nikolaus Fransiskus mengkritisi lembaga pendidikan, guru dan orangtua yang sedang gagap mengarahkan pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Selama ini dunia pendidikan selalu berpikir hal-hal yang tidak memajukan pendidikan, dan hanya banyak berbicara di tempat-tempat seminar. Mengapa selama ini lembaga pendidikan dan semua elemen terkait, begitu gemah berbicara tentang standar out put dari pada in put,” katanya.

Niko Frans juga menilai permasalahan seputar pendidikan, seperti soal persentase kelulusan dan sebagainya bukan menjadi kesalahan guru tetapi akibat dari kebijakan pendidikan yang terlalu komersial sehingga guru hanya berpikir untuk mencari uang. Banyak guru terlibat dalam urusan politik.

BEM STIBA Mentari Dilantik

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Bahasa  Asing (STIBA) Mentari, Sabtu (15/5/2010) dilantik. Pelantikan dilakukan Ketua III STIBA, Benediktus Niron, SS, M.Si.

Acara pelantikan yang dipusatkan di kampus STIBA, terjadi setelah perayaan misa yang dipimpin Paulus Asa, SVD. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 mahasiswa dan dosen.

Pater Paulus dalam kotbahnya mengharapkan agar pengurus yang baru harus dapat tampil sebagai pelayan yang bijaksana.

Sementara, Niron dalam acara pelantikan, mengatakan, BEM merupakan lembaga tertinggi kemahasiswaan di kampus sehingga dapat memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan mahasiswa, terlebih kebutuhan pemikiran idealisme, IPTEK, sesuai dengan orientasi belajar mahasiswa.

“Selain itu, BEM mempunyai fungsi untuk mengoptimalkan kemampuan mahasiswa dalam wadah-wadah organisasi, untuk membangun kreatifitas dan wawasan mahasiswa,” kata Niron.

Niron mengharapkan, dengan pelantikan BEM yang baru dapat memacu mahasiswa untuk belajar sebagai pemimpin.

Ketua BEM STIBA Mentari, Katarina Bao Hayon mengharapkan, kedepannya STIBA lebih dikenal oleh banyak orang dan terbangunnya kerjasama yang baik antaryayasan, lembaga, dan mahasiswa. (sumber: pos kupang)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.