Pendukung Calon Independen Diprediksi Bakal Ngamuk

kisruh pilkadaPro kontra terkait qanun pemilukada di Aceh yang tidak mengakomodir calon perseorangan, belakangan ini melebar ke masalah perlu tidaknya pemilukada ditunda. Senat mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh menilai bahwa penundaan pemilukada bukanlah solusi. Justru, jika ditunda, bakal terjadi konflik di tingkat massa

Ketua Senat Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh Teuku Zulkhairi menilai, situasi justru makin panas jika pemilukada ditunda. “Jika pemilukada benar akan ditunda dan keikutsertaan calon independen dalam Pemilukada akhirnya dibatalkan, saya kira justru inilah awal dari konflik Aceh,” ujar Teuku Zulkhairi kepada Rakyat Aceh (Grup JPNN).

Dia menilai, usulan penundaan pemilukada hanya didasarkan pada pertimbangan kepentingan politik saja. ”Tidak ada alasan yang tepat untuk dibenarkan selain hanya demi kepentingan pragmatism politik semata,” ujarnya.

Teuku Zulkhairi yakin, para pendukung calon independen tidak akan sudi menerima jagoan mereka batal bertarung dalam Pemilukada. Mereka juga punya alasan kuat untuk menguggat penundaan Pemilukada seandainya itu merugikan mereka.

Sementara, mengantisipasi gangguan pada gelaran Pemilukada di 17 kabupaten/kota, Polda Aceh mengerahkan 9.600 personil.  “Bagi kita tidak peduli siapa pun calon yang akan maju dalam Pemilukada baik gubernur, bupati mapun walikota yang penting aman,” kata Kapolda Aceh, Irjen Pol Iskandar Hasan saat menjadi pembicara Fokus Discussion di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (16/7).

Kapolda menyatakan tidak mau lagi Aceh dibawa kepada situasi konflik seperti pada masa lalu oleh oknum – oknum tidak bertanggung jawab. Kata dia, pengamanan juga dibantu dua ribu TNI organik dan 20 ribu Linmas.

“Debat secara politik dan hukum itu tidak menjadi masalah karena negara kita menjunjung tinggi demokrasi. Tapi jangan ada oknum yang menggiring pada perbuatan anarkis, jika itu dilakukan kita akan menindak tegas,” tukasnya.

Disamping itu, Kapolda kembali mengingatkan bahwa aparat kepolisian tetap harus netral dalam pelaksanaan Pemilukada mendatang. Pasalnya, aparat harus dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Bila ada anggota yang ingin maju sebagai calon, atau tim sukses salah satu calon harus mengundurkan diri darisebagai anggota Polri.  “Jika tidak, maka akan diproses sampai dengan persidangan,” imbuhnya lagi.(sumber: jpnn)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.