Pemerintah Akan Batasi Biaya Kampanye Pilkada

politik uangBanyaknya kasus korupsi yang dilakukan kepala daerah membuat pemerintah berencana membatasi dana kampanye pemilihan kepala daerah.

“Biaya kampanye pilkada sekarang kan jor-joran. Itu akan berdampak pada perilaku koruptif para penyelenggara pemerintah daerah. Untuk itu kami akan meminimalisir dana kampanye,” kata Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Djohermansyah Djohan, dalam diskusi ‘Carut Marut Pilkada dan Korupsi di Daerah’ di DPD RI.

Pembatasan dana kampanye tersebut, lanjut Djohermansyah akan dimasukkan dalam draft RUU Pilkada yang sedang difinalisasi oleh Kementerian Dalam Negeri.

Ia menjelaskan draft RUU pilkada mencantumkan pembatasan dana kampanye, baik yang dikeluarkan oleh calon kepala daerah maupun partai politik pengusungnya.

Namun, ia tak menyebutkan lebih lanjut kisaran angka maksimal yang diperbolehkan untuk menggelar kampanye. “Angka-angkanya sedang disiapkan,” ujarnya singkat.

Ia juga mengungkapkan, Kemendagri mempertimbangkan untuk melakukan efisiensi pilkada dengan menggabungkan pilkada, dan melaksanakannya secara serentak.

“Misalnya, cukup digelar dua kali pemilihan, yakni pemilu nasional dan pemilu lokal (pilkada). Pemilu nasional untuk memilih anggota DPR dan presiden, sedangkan pemilu lokal untuk memilih anggota DPRD, gubernur, walikota, dan bupati,” jelasnya.

“Jadi, apabila pemilu nasional dilaksanakan pada April 2014, maka pemilu lokal dapat digelar dua tahun sesudahnya pada April 2016,” tambahnya.

Djohermansyah mengakui, mekanisme ini masih belum dimasukkan secara resmi ke dalam draft RUU Pilkada karena pelaksanaannya harus disinkronkan lebih dulu dengan RUU Pemilu yang revisinya akan digodok oleh DPR.

Kemendagri juga menyarankan penyelenggaraan kampanye pilkada tidak perlu dilakukan secara besar-besaran seperti pengerahan massa dan pemasangan iklan di televisi nasional.

“Kita harus belajar dari kasus pilkada Jawa Timur yang berlangsung tiga kali putaran, dan menghabiskan biaya hingga Rp 970 miliar,” tandasnya. (sumber: inilah dot com)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.