Pembunuh Pendeta di Manado Divonis Mati

pembunuhanPengadilan Negeri Manado menghukum mati Fadli Torindatu, terdakwa pembunuh Pendeta Frans Koagouw, Rabu (2/6/2010. Putusan itu dibacakan kakim ketua Aris Bokko bersama hakim anggota Saor Sitindaon dan IGK Wanugraha.

Majelis hakim juga membebani terdakwa membayar biaya perkara Rp 1.000. Disebutkan, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa kejam dan sadis, melecehkan martabat dan hak hidup pemuka agama.

Perbuatan terdakwa  dapat menjadi pemicu kerusuhan dan masalah SARA dalam masyarakat dan dapat menimbulkan kerugian besar dalam masyarakat.

Sepanjang persidangan, terdakwa disebutkan tidak menyesal, tetapi juga tetap menyangkal. Hakim menganggap tidak ada sama sekali hal-hal yang meringankan. Terdakwa didampingi penasehat hukum Stevi Dacosta, sedangkan jaksanya Rilke Palar.

Pendeta Frans Koagaow, gembala Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Petra Malalayang Manado, dibunuh pada 25 April 2009. Saat itu, istri Frans Koagow bernama Pendeta Femmy Kumendong juga ditemukan tewas di rumahnya, Malalayang 2 Lingkungan 3, Manado. (sumber: kompas)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.