PDIP Tengarai Penggalangan PNS Dinkes

foto ilustrasi

foto ilustrasi

Fraksi PDIP DPRD Demak menangarai adanya penggalangan PNS dilingkungan Dinas Kesehatan untuk kepentingan Pilkada Bupati 2011. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Sudarno SSos dan anggota Fahrudin Bisri Slamet, kepada Cybernews sore ini (22/10).

“Fraksi kami memperoleh informasi tentang adanya pengumpulan PNS maupun bidan desa yang dikemas dalam berbagai bentuk acara. Apabila hal tersebut benar, tentunya sungguh tidak elok apabila PNS yang seharusnya melayani masyarakat justru terjebak dalam kepentingan politik praktis,” tutur Sudarno.
Disebut-sebut pertemuan yang digelar oleh SKPD itu diarahkan untuk mendukung calon incumbent Bupati H Tafta Zani. Apabila hal tersebut benar Sudarno meminta untuk segera dihentikan.
Fraksi FPDIP selebihnya juga menyoroti program-program yang dibiayai APBD namun diarahkan untuk menjadi program tebar pesona menjelang Pilkada 2011.
Program yang pantas untuk disorot itu adalah kegiatan Jumat keliling yang dilaksanakan Bupati setiap pekan. Program itu dinilai menggunakan dana APBD dan ditengarai untuk penggalangan dan pemberian dukungan menjelang Pilkada.
Tim Pengawas
Adapun menurut Fahrudin Bisri Slamet, pihaknya akan menggalang kekuatan di tingkat dewan untuk membentuk tim pengawas PNS menjelang pelaksanaan Pilkada 2011. Slamet optimis terbentuknya tim pengawas itu akan didukung sejumlah fraksi yang mempunyai kepedulian terhadap penyelenggaraan pilkada bersih.
Selebihnya, dirinya meminta agar Panwas Pilkada Bupati juga segera terbentuk. Terbentuknya Panwas, akan bisa memberi pengawasan terhadap jalannya pelaksanaan tahapan Pilkada yang telah dimulai Bulan September lalu.
Terpisah, Kadinkes Demak Singgih Setyono membantah tidak pernah memobilisasi bidan desa dan PNS demi kepentingan Pilkada Bupati. Apabila ada acara yang digelar dilingkungan dinkes sama sekali juga tidak pernah menyinggung adanya pengarahan dukungan untuk calon tertentu.
Menurutnya SKPD maupun dilevel pejabatnya sama sekali tidak berhak untuk mencampuri urusan hak pilih seseorang. “Biarkan pada saat Pilkada mereka memilih pemimpin berdasarkan hati nuraninya. Kami pejabat dilingkup SKPD tidak akan mengarahkan atau mencampuri,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Tafta Zani dalam beberapa kesempatan mengaku akan menjamin tidak akan ada mobilisasi PNS sehubungan pencalonan dirinya dalam Pilkada Maret 2011. Tafta sekaligus menyatakan akan menjalankan politik bersih saat maju lagi mengincar kursi Bupati. (sumber: suara merdeka cybernews)

Fraksi PDIP DPRD Demak menangarai adanya penggalangan PNS dilingkungan Dinas Kesehatan untuk kepentingan Pilkada Bupati 2011. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Sudarno SSos dan anggota Fahrudin Bisri Slamet, kepada Cybernews sore ini (22/10).

“Fraksi kami memperoleh informasi tentang adanya pengumpulan PNS maupun bidan desa yang dikemas dalam berbagai bentuk acara. Apabila hal tersebut benar, tentunya sungguh tidak elok apabila PNS yang seharusnya melayani masyarakat justru terjebak dalam kepentingan politik praktis,” tutur Sudarno.

Disebut-sebut pertemuan yang digelar oleh SKPD itu diarahkan untuk mendukung calon incumbent Bupati H Tafta Zani. Apabila hal tersebut benar Sudarno meminta untuk segera dihentikan.

Fraksi FPDIP selebihnya juga menyoroti program-program yang dibiayai APBD namun diarahkan untuk menjadi program tebar pesona menjelang Pilkada 2011.

Program yang pantas untuk disorot itu adalah kegiatan Jumat keliling yang dilaksanakan Bupati setiap pekan. Program itu dinilai menggunakan dana APBD dan ditengarai untuk penggalangan dan pemberian dukungan menjelang Pilkada.

Tim Pengawas

Adapun menurut Fahrudin Bisri Slamet, pihaknya akan menggalang kekuatan di tingkat dewan untuk membentuk tim pengawas PNS menjelang pelaksanaan Pilkada 2011. Slamet optimis terbentuknya tim pengawas itu akan didukung sejumlah fraksi yang mempunyai kepedulian terhadap penyelenggaraan pilkada bersih.

Selebihnya, dirinya meminta agar Panwas Pilkada Bupati juga segera terbentuk. Terbentuknya Panwas, akan bisa memberi pengawasan terhadap jalannya pelaksanaan tahapan Pilkada yang telah dimulai Bulan September lalu.

Terpisah, Kadinkes Demak Singgih Setyono membantah tidak pernah memobilisasi bidan desa dan PNS demi kepentingan Pilkada Bupati. Apabila ada acara yang digelar dilingkungan dinkes sama sekali juga tidak pernah menyinggung adanya pengarahan dukungan untuk calon tertentu.

Menurutnya SKPD maupun dilevel pejabatnya sama sekali tidak berhak untuk mencampuri urusan hak pilih seseorang. “Biarkan pada saat Pilkada mereka memilih pemimpin berdasarkan hati nuraninya. Kami pejabat dilingkup SKPD tidak akan mengarahkan atau mencampuri,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tafta Zani dalam beberapa kesempatan mengaku akan menjamin tidak akan ada mobilisasi PNS sehubungan pencalonan dirinya dalam Pilkada Maret 2011. Tafta sekaligus menyatakan akan menjalankan politik bersih saat maju lagi mengincar kursi Bupati. (sumber: suara merdeka cybernews)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.