PBB Dukung Pembangunan NTT

PBB dukung pengembangan NTTDelapan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  menyatakan komitmennya mendukung delapan program strategis Pemerintah Propinsi  NTT selama lima tahun, mulai 2011-2015. Lembaga-lembaga ini mensuport pembangunan sesuai  bidangnya masing-masing.

Delapan program Pemda NTT itu, yakni pemantapan kualitas pendidikan, pembangunan kesehatan, pembangunan ekonomi, infrastruktur, sistem hukum daerah, tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan, anak dan pemuda serta penanggulangan kemiskinan sebagai agenda khusus.

Komitmen delapan lembaga PBB itu dikemukakan El Mostafa Ben Lamlih, UN Resident Coordinator for Indonesia, saat memaparkan tekad lembaga-lembaga itu kepada Gubernur NTT bersama pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah  (SKPD) serta lembaga swadaya masyarakat di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin (14/6/2010).

Dalam forum workshop United Nation Joint Progamme itu, Mostafa mengatakan, kerja sama pembangunan di NTT diupayakan dengan menjalin hubungan baik di beberapa sektor selama lima tahun ke depan dalam mempercepat tingkat kesejahteraan masyarakat di NTT.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, ketika membuka workshop itu mengatakan, salah satu keberhasilan yang dicapai pemerintah propinsi adalah berkat kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional. Kerja sama itu dimaksud untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor selama lima tahun ke depan.

Gubernur Lebu Raya mengatakan, komitmen PBB dan Pemerintah Propinsi NTT,  antara lain membangun infrastruktur di beberapa sektor untuk mengatasi kemiskinan di daerah ini. Untuk itu, kerja sama ini perlu ditingkatkan dan bermitra secara baik agar dapat mengatasi berbagai masalah pembangunan.  “Saya berterima kasih karena program yang akan dilakukan di  NTT pembahasannya langsung di Kupang. Kami akui salah satu keberhasilan pembangunan di daerah ini bersumber dari dukungan kerja sama lembaga-lembaga internasional,” kata Lebu Raya.

Karena itu, kata Lebu Raya, Pemerintah Propinsi NTT secara intensif terus melakukan komunikasi dan promosi untuk wilayah seluruh kabupaten/kota. Kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, gubernur mengatakan, workshop itu dilakukan di Kupang berkat kemitraan yang dibangun sebelumnya. Gubernur didampingi Kepala Bappeda NTT, Wayan Darmawan, mempresentasikan program pembangunan NTT di Kantor UN Jakarta. Dari presentasi itu, lembaga-lembaga PBB tertarik datang ke NTT dan melihat langsung kondisi riilnya.

Mustofa sebagai UN Residen Coordinator for Indonesia mengaku senang karena gubernur tetap mengikuti workshop itu hingga petang. Dengan demikian, pimpinan lembaga-lembaga ini merasa dihargai sehingga terus bersemangat mendiskusikan berbagai program pembangunan yang akan dikerjakan. Rencananya, pada hari kedua workshop hari ini, lembaga- lembaga ini akan mengumumkan wujud dukungan yang konkret disertai dengan besaran dananya. Gubernur mengajak seluruh  rakyat NTT memberikan apresiasi yang baik terhadap kehadiran lembaga-lembaga PBB ini.

Menurut gubernur, lembaga-lembaga PBB juga antusias mendukung program unggulan yang menjadi tekad pemerintah menjadikan NTT sebagai propinsi jagung, ternak, koperasi dan cendana. Kerja sama ini, kata gubernur, bertepatan dengan peluncuran Desa Mandiri Anggur Merah sehingga diyakini terjadi sinergisitas program di masyarakat.

Pemerintah propinsi dan PBB, kata gubernur, akan melakukan kerja sama program dengan menggunakan prinsip-prinsip perencanaan berstandar internasional. Misalnya setiap program didahului studi, dibahas secara berjenjang dan selalu mendapat pendampingan tenaga ahli, baik dari aspek manajemen maupun teknis di lapangan. (sumber: pos kupang)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.