PAS Klaim Kemenangan dalam Pilkada Pekanbaru

pilkada surabayaPasangan calon Wali Kota – Wakil Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT-Ayat Cahyadi yang mengusung slogan pasangan Profesional, Amanah, Santun (PAS) mengklaim telah meraih suara terbanyak sekitar 60 persen dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pekanbaru.

Firdaus MT ketika ditemui Antara di kediamannya di Jalan Semeru, Pekanbaru, Kamis, mengatakan hasil perhitungan yang dihimpun dari tiap saksi PAS hingga pukul 00.00 WIB menunjukan pasangan tersebut unggul di seluruh 12 kecamatan yang ada di Pekanbaru. “Pasangan PAS mendulang 60 persen suara,” katanya.

Menurut dia, pasangan dengan nomor urut 1 itu mendulang 92.180 suara dari 1.250 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Pekanbaru. PAS diusung enam partai politik yakni Demokrat, PKS, Hanura, PBB, PDK, dan PDI P.

Sedangkan pasangan nomor urut 2 Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk yang berslogan (Berseri), hanya mendapatkan 62.195 suara atau setara 40 persen.

Pasangan tersebut diusung lima partai politik mulai dari Golkar, PAN, PPP, PKB, dan Gerindra. “Kami hanya kalah sekitar 10 persen TPS yang ada,” ujar Firdaus. Meski mengakui hasil final Pilkada baru akan sah setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru menggelar rapat pleno pada akhir Mei, Firdaus mengatakan hasil penghitungan PAS tak mungkin meleset.

Sebab, ia mengatakan tim PAS melakukan penghitungan nyata (real count) dari hasil pemungutan suara di tiap TPS dan bukan melakukan hitung cepat (quick count) dengan pemilihan sampel. “Hasil ini sudah bisa menjadi bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada warga Pekanbaru, partai pengusung dan tim sukses karena proses demokrasi bisa berjalan lancar,” lanjut Firdaus.

Sementara itu, hingga kini KPU Pekanbaru belum mengeluarkan hasil rekapitulasi suara sementara sampai dengan digelarnya rapat pleno yang dijadwalkan 24 atau 25 Mei.

Minta Pilkada Ulang

Sedangkan, tim pemenangan pasangan Berseri menggelar jumpa pers pada Rabu (18/5) di Hotel Aryaduta, meminta Pilkada ulang karena telah terjadi banyak kecurangan pada saat pemungutan suara.

Mereka mengaku kaget Septina, merupakan isteri dari Gubernur Riau Rusli Zainal, bisa tertinggal sangat jauh dalam Pilkada tersebut. “Kecurangan dilakukan secara terorganisir, terstruktur dan masif serta melibatkan pemerintah daerah maupun pelaksana Pilkada,” kata Ketua tim pemenangan Berseri, Muhammadun Royan.

Menurut dia, kecurangan tersebut berupa pengadaan surat suara oleh KPU yang tak sesuai prosedur sehingga terjadi kelebihan surat suara mencapai puluhan ribu.

Kemudian pasangan Berseri mengklaim terjadi kecurangan saat pencoblosan yang hanya menggunakan KTP, tidak berpatokan pada daftar pemilih tetap (DPT). (sumber: Harian Analisa)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.