Partai Besar Terkikis, Partai Tengah Kian Optimis

Target KampanyeMerosotnya tingkat dukungan publik terhadap partai-partai besar sebagaimana hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), membuat partai menegah kian percaya diri. Terlebih lagi dari survei terakhir menunjukkan semakin banyaknya pemilih yang belum menentukan pilihannya (undecided voters), sehingga menjadi peluang bagi partai menengah untuk menggarapnya.

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan, menyatakan, hasil survei itu menunjukkan bahwa masyarakat semakin realistis dalam menjatuhkan pilihan politik. “Tentu ini menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi kita untuk meningkatkan konsolidasi dan program partai agar semakin dipercaya,” kata Taufik di gedung DPR RI, Senin (20/2).

Ditambahkannya, kecenderungan pemilih juga sudah bergerser dari politik aliran ke politik figur. Partai, katanya, juga tak bisa lagi hanya mengandalkan ideologi.

Karenanya Taufik menegaskan, semakin banyak figur di parpol yang bisa dijual maka semakin tinggi pula tingkat dukungan publik. “Peluang ini yang akan menguntungkan partai tengah, dan ini jelas menguntungkan PAN,” imbuhnya.

Taufik yang juga Wakil Ketua DPR itu menambahkan, keputusan PAN untuk mengusung Hatta Rajasa sebagai calon presiden merupakan langkah tepat. Pasalnya, langkah politik PAN itu telah menggugah kader-kader PAN di akar rumput untuk bekerja lebih keras.

Sedangkan Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyatakan, hasil survei yang fluktuatif menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia masih labil. Namun itu pula yang menjadi peluang bagi PKS untuk terus menggarap dukungan pemilih. “Kita selalu lihat trend untuk dijadikan masukan,” ujarnya.

Meski demikian Anis yang juga Wakil Ketua DPR RI itu tak menampik adanya penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol. Namun menurutnya, jauh lebih sulit bagi partai besar untuk mengembalikan tingkat dukungan karena pernah mendapat kepercayaan lebih dari pemilih.

Hanya saja jika muncul kecenderungan partai menengah ke partai besar, Anis meyakini hal itu bukan karena adanya pengalihan dukungan dari pemilih partai besar. Sebab, ada migrasi suara mengambang yang setiap saat bisa berubah pilihan.

Karenanya Anis mengatakan, kini saatnya parpol bekerja keras untuk mendapat dukungan publik. “Semua parpol tanpa terkecuali harus melakukan gebrakan untuk merebut kepercayaan publik,” cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, LSI pada Minggu (19/2) lalu merilis survei terakhir tentang tingkat elektabilitas parpol peserta Pemilu 2009. Hasilnya, Partai Demokrat yang pada Pemilu 2009 mendapat 20,81 persen suara pemilih, kini merosot jauh hingga angka 13,7 persen.

Sementara Partai Golkar yang pada Pemilu 2009 meraih 14,45 persen suara, menyodok ke urutan pertama dengan 15,5 persen sehingga menggeser posisi PD. Sedangkan  PDIP dari survei terakhir LSI itu justru hanya mendapat 13,6 persen. Padahal, pada Pemilu 2009, PDIP merebut 14,01 persen suara.

Tingkat dukungan untuk partai menengah juga turun. PKS yang saat Pemilu lalu meraup 7,89 persen, dari hasil survei itu hanya meraih 3,7 persen. Padahal saat Pemilu 2009, posisi PKS ada di urutan keempat setelah Demokrat, Golkar dan PDIP.

Selanjutnya, PAN yang pada Pemilu 2009 meraih 6,03 persen, justru turun menjadi 4,1 persen. Justru yang mengalami kenaikan adalah partai Gerindra yang sebelumnya hanya meraih 4,46 persen saat Pemilu lalu, kini mmampu menyodok ke partai tengah dengan tingkat dukungan 4,9 persen. (jpnn)

Filed Under: Nasional

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.