Papua Harus Bebas Tembakan Jelang Natal

lonceng natalAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Diaz Gwijangge, mengharapkan menjelang Natal, Papua menjadi tanah damai yang bebas dari penembakan warga sipil.

“Bulan Desember dan memasuki Hari Natal sebaiknya Papua tidak dijadikan ajang penangkapan dan penembakan warga sipil. Wilayah itu harusnya ditetapkan sebagai tanah damai,” kata Diaz kepada ANTARA.

Legislator dari Partai Demokrat ini berkomentar nmenyusul meningkatnya aksi penembakan terhadap sejumlah warga di sejumlah wilayah di Papua.

Diaz mencontohkan, berdasarkan informasi yang diterima dari Jayapura, pada 20/11 sekelompok orang bersenjata tiba-tiba menembaki warga daerah Gunung Timei, Daerah Administratif Kampung Nafri, Kota Jayapura.

Seorang warga, Riswandi Yunus, meregang nyawa ditembus timah panas pada dadanya. Sementara pengemudi taksi Baharudin (45) ditembak telapak tangan sebelah kanannya.

Kemudian Zainal (9), pelajar SDN 2 Bucen, Kotaraja, menderita luka tembakpada telapak tangan sebelah kiri dan luka lecet di dada.

Warga lainnya, Alex Nongga (32), tertembak lengan sebelah kanannya, luka lecet pada muka dan hidung. Terakhir, Saharia Bowo (38), ibu rumah tangga yang mengalami luka lecet pada kedua lututnya.

Diaz menegaskan, penangkapan, penahanan, dan penembakan warga tidak pernah menyelesaikan masalah.

Dia meminta semua pihak melihat setiap masalah dengan jelih dan menanganinya dengan pendekatan kemanusiaan, bukan keamanan.

“Saya minta agar kasus seperti yang terjadi di Kampung Nafri tidak terulang lagi,” tegas Diaz.

Diaz menyoroti tewasnya Miron Wetipo, napi yang melarikan diri dari LP Klas IIA Abepura yang tewas saat terjadi baku tembak antara kelompok bersenjata dengan TNI di Tanah Hitam, Abepura Jayapura, Jumat pekan lalu.

Sebelum peristiwa itu terjadi, aparat keamanan diberondong peluru orang tak dikenal sekitar 50 meter dari rumah Dani Kogoya yang disebut-sebut otak di balik penyerangan warga Kampung Nafri, 20 November lalu.

Polisi juga menahan delapan orang, yakni Yus Jikwa, Itok Tabuni, Elmin Jikwa, Lani Borna, Maluk Tabuni, Nalius Jikwa, Matius Sieb, dan Kagoyanak Jikwa.

Diaz menyayangkan penembakan terhadap warga sipil ini, padahal, mereka adalah warga kecil yang bermukim di pinggiran kota.

“Insiden itu melukai masyarakat kecil yang mendambakan kedamaian. Saya berharap agar bulan Desember ini Papua dijadikan tanah damai. Biarkan masyarakat merayakan Natal dalam suasana damai dan tentram,” tandasnya. (sumber: antara)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.