Panwas Terima Banyak Laporan Pelanggaran Pilkada Banten

panwasluSatu hari setelah pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten, berbagai laporan pelanggaran terus masuk ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Provinsi Banten.

Laporan yang diterima Panwaslu Banten itu terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan nomor urut satu, yaitu Ratu Atut Chosiyah – Rano Karno.

Pelanggaran itu antara lain terkait pencairan dana hibah untuk forum RT/RW yang dicairkan sebelum pencoblosan dan dugaan intimidasi keterlibatan PNS. Selain itu, adanya surat undangan pemilih yang telah dilampiri stiker pasangan nomor urut satu dan dugaan adanya keberpihakan penyelenggara Pilgub Banten (KPU) kepada nomor urut satu.

“Laporan yang diterima Panwaslu hari ini ditujukan ke pasangan nomor satu,” kata Ketua Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Banten Sabihis, Minggu, 23 Oktober 2011.

Panwaslu Banten sejak dimulainya tahapan pelaksanaan Pilgub Banten hingga satu hari pasca pencoblosan telah menerima 28 laporan dugaan pelanggaran. Dalam laporan pelanggaran itu, juga terdapat pelanggaran yang diarahkan kepada pasangan nomor urut dua, yaitu Wahidin Halim-Irna Narulita.

Sementara itu, tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki akan melakukan gugatan terhadap hasil penghitungan suara dan penetapan pemenang pemilihan gubernur Banten yang akan dilakukan KPU Banten pada 29-30 Oktober 2011 ke Mahkamah Konstitusi.

Gugatan dilakukan oleh kedua pasangan itu karena pasangan calon gubernur Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno diduga melakukan pelanggaran secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Ketua Tim Sukses pasangan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki, Miftahudin, mengatakan dengan banyaknya pelanggaran itu, menandakan pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten tidak dilakukan dengan benar. “Kami melihat munculnya indikasi pemilihan suara ulang (PSU), karena kecurangan yang dilakukan oleh pasangan nomor satu terlihat terstruktur, sistematis dan masif,” kata Miftahudin.

Sementara itu, Sekretaris Tim Sukses Wahidin-Irna, Media Warman, mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti kecurangan untuk dasar gugatan terhadap penetapan hasil penghitungan suara dan pemenang pemilihan gubernur Banten yang akan dilakukan KPU Banten pada 29-0 Oktober 2011 ke Mahkamah Konstitusi. “Kami akan melakukan gugatan ke MK,” katanya. (sumber: tempointeraktif)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.