Panduan Untuk Meningkatkan Popularitas

Panduan untuk Meningkatkan PopularitasKampanye politik pada dasarnya adalah marketing politik. Layaknya upaya marketing, kampanye politik memiliki produk yang harus dijual dan konsumen yang harus dibujuk. Namun tidak seperti menjual sabun atau pasta gigi, upaya pemasaran pada kampanye politik memiliki cakupan yang lebih tinggi: produk yang harus dijual adalah kandidat, dan konsumen yang perlu dibujuk adalah pemilih.

Kebanyakan calon memahami kesamaan dasar antara kampanye politik dan marketing. Banyak taktik yang sama yang digunakan untuk memasarkan produk juga digunakan untuk membujuk pemilih dalam kampanye politik. Salah satu dari taktik itu adalah pengulangan.

Ini fakta – pembeli akan sering memilih merek kue, sabun, air mineral … atau apa pun belanja mereka, berdasarkan pada nama yang mereka tahu adalah yang terbaik. Tentu, kualitas, harga, dan kemasan membuat perbedaan besar. Tetapi jika nama merek adalah salah satu dari dua atau tiga yang konsumen tahu sebagai yang terbaik, maka produk lain seakan tidak kesempatan untuk dibeli.

Hal yang sama berlaku pada kampanye politik. Pemilih, seperti konsumen, hanya memiliki waktu terbatas pada hari-hari mereka – dan sebagian besar tidak dihabiskan untuk berpikir tentang politik. Tidak seperti kandidat, relawan, dan para pemimpin partai, para pemilih hanya berpikir kampanye tentang politik ketika mereka dipaksa oleh iklan, direct mail, perdebatan dan sejenisnya.

Kebanyakan pemilih tidak meluangkan waktu untuk duduk dan berpikir pada pilihan yang mereka hadapi pada surat suara. Sebaliknya, banyak pemilih hanya pergi ke tempat pemungutan suara pada hari pemilu dan memilih calon yang namanya mereka tahu atau kenali.

Itulah salah satu alasan mengapa incumbent cukup sulit untuk dikalahkan – mereka sering muncul di koran, di TV dan radio, di pertemuan di balai kota dan di berbagai acara seremonial. Sehingga para pemilih telah mendengar nama mereka sebelumnya, bahkan jika mereka tidak tahu apa yang hendak dipilih, incumbent akan muncul dalam benak mereka.

Karena itulah kampanye harus bekerja keras untuk meningkatkan popularitas kandidat. Pengenalan nama kandidat adalah persentase orang yang mengenal nama kandidat, yang telah melihat, membaca, atau mendengar nama kandidat. Pekerjaan pertama dalam kampanye adalah meningkatkan popularitas nama calon, dengan menghubungkan nama calon dengan pesan/isu positif, atau memperkenalkan biografi calon kepada pemilih.

Kunci untuk meningkatkan ID nama adalah pengulangan. Semakin sering pemilih melihat, mendengar, atau membaca nama calon, semakin besar kemungkinan ia akan terbuka untuk pesan kandidat, dan untuk memilih baginya pada hari pemilu. Singkatnya, dalam politik, pengulangan adalah hal yang baik.

Banyak cara untuk meningkatkan popularitas, termasuk pergi dari pintu ke pintu, mengirimkankan dirrect mail, mendapatkan liputan pers, memasang spanduk dan atribut kampanye, dll. Kampanye harus memiliki rencana dengan menggunakan teknik kombinasi untuk mempopulerkan nama kandidat, dan meraih hati pemilih.

Bahkan, kesempatan untuk pengulangan tidak terbatas. Ambil contoh kampanye dari pintu ke pintu. Jika Anda pergi dari pintu ke pintu, maka dapat dikatakan Anda menyajikan nama kandidat sekali kepada pemilih. Jika saat pergi dari pintu ke pintu Anda meninggalkan stiker atau atribut kampanye lain, maka dapat dikatakan itu sebagai dua kali ulangan. Kampanye bisa jadi lebih luas dengan mengirimkan dirrect mail, dan itu dikatakan tiga kali ulangan. Kemudian Anda bisa mengirimkan semacam jurnal atau kartu pos kepada pemilih yang ada di data base Anda, itu adalah empat kali ulangan. selanjutnya relawan Anda memasang spanduk, baliho, atau atribut kampanye lainnya, itu lima kali ulangan. Demikian seterusnya, kemungkinan pengulangan sangatlah banyak.

Bagian utama dari setiap strategi kampanye harus menampilkan nama calon di depan pemilih melalui pengulangan secara teratur. Dengan mengulangi paparan nama calon, para pemilih secara bertahap menjadi akrab dengannya dan jauh lebih mungkin untuk memilih kandidat pada hari pemilu.

Filed Under: Campaign Corner

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.