Pabrik Semen Kupang Kembali Berproduksi

pabrik gulaSetelah menghilang selama 3,5 tahun, Semen Kupang sejak pekan lalu kembali berbedar secara terbatas di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Produk dengan kantung tetap berlogo komodo namun tanpa bintang seperti logo produk lama, dihasilkan berkat kerja keras managemen baru, PT Sarana Agra Gemilang (SAG) bekerja sama secara terbatas dengan PT Semen Kupang (managemen lama).

General Manager Operasional PT SAG Ronny Kristianto di Kupang, Rabu (3/8/2011) pagi, mengakui, Semen Kupang yang kini beredar itu adalah produk uji coba yang  baru dihasilkan setelah pihaknya mengambil alih pengelolaan PT Semen Kupang  sejak tahun 2009. PT Semen Kupang yang berstatus BUMN, secara resmi dinyatakan kolaps, Maret 2008.

“Produksi yang dihasilkan masih terbatas, sekitar 300 ton dari target 1.000 ton per hari, sesuai kapasitas mesin baru. Semen Kupang yang sekarang itu sedang melakukan penetrasi pasar,”  jelas Ronny. Bahan bangunan itu kini terjualterjual di sejumlah toko di Kota Kupang, antara lain beberapa toko bangunan di Jalan Sudirman, Kuanino.

Ronny mengakui, Semen Kupang yang dihasilkan pada tahap awal ini dengan bahan baku campuran, masing masing 30 persen lokal (klinker) dan  70 persen lainnya bahan baku  yang di datangkan dari daerah lain. Menurut rencana, Semen Kupang sepenuhnya berbahan baku lokal setelah pembenahan pabrik rampung.

“Kalau tidak ada halangan berarti, pembenahan pabrik rampung sekitar  1,5 – 2 bulan ke depan, diikuti uji coba lanjutan produknya. Pembenahan pabrik ini bukanlah pekerjaan ringan. Yang kami lakukan selama ini sebenarnya mirip merawat atau memulihkan  bayi yang lahir cacat,” kata Ronny.

Pabrik Semen Kupang yang berlokasi di kawasan Alak, Kota Kupang.  Awalnya, PT SAG memperkirakan pabrik kembali berproduksi akhir Mei atau awal Juni  2010. Perkiraan itu ternyata molor karena semua unit mesin pabrik lama yang adalah buatan China, rata rata berkondisi keropos dan hancur.

Pabrik Semen Kupang -satu satunya industri semen di NTT-  diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Soeharto (alm), 14 Agustus 1983, dengan kapasitas produksi awalnya 120.000 ton per tahun. Sejak berdirinya, pabrik itu merupakan perusahaan patungan dengan komposisi saham masing masing PT Semen Gresik (mayoritas), BNI dan Pemerintah Daerah NTT melalui PD Flobamora (1,12 persen).

Sekitar delapan tahun kemudian atau persisnya tahun 1991, perusahaan patungan itu berubah statusnya menjadi BUMN. Komposisi saham pun ikut berubah, Pemerintah Pusat 61,48 persen, Bank Mandiri 35,39 persen dan Pemda NTT tetap 1,12 persen. Kapasitas produksi sempat dinaikkan menjadi 570.000 ton per tahun. Produksinya selain memenuhi kebutuhan lokal NTT, juga Timor Timur (sekarang Timor Leste) bahkan sempat dieskpor ke Darwin, Australia.  Namun memasuki era tahun 2000-an, Pabrik Semen Kupang  mulai oleng hingga berhenti operasi sejak Maret 2008. (sumber: kompas)

Filed Under: Indonesia Timur

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.