Orang Cacat Minta Persamaan Hak Pilih

tuna netraSejumlah penyandang cacat di Kota Batam meminta persamaan hak memilih dalam pemilihan umum kepala daerah setempat.

“Kami memiliki hak yang sama dengan warga yang lain. Karena itu, sudah seharusnya hak kami diberikan seperti semestinya,” kata Ketua III Yayasan Penyandang Cacat Indonesia Kepri Gustian di Batam, Minggu (27/6/2010).

Ia mengatakan, hak memilih harus disertai dengan fasilitas khusus untuk penyandang cacat, seperti bilik pilih yang lebih luas untuk pengguna kursi roda dan kertas suara braille untuk tunanetra.

Pada Pemilu Legislatif 2009 dan Pemilu Presiden 2010, kata dia, hak penyandang cacat tidak diakomodasi. “Alhamdulillah, sewaktu Pilkada Gubernur, hak kami diberikan, dengan pembimbing,” kata dia.

Namun, pembimbing dalam memilih tidak ideal, kata dia, karena pemilu seharusnya bersifat langsung, umum, bebas, dan rahasia. “Sebaiknya ada kertas suara braille,” kata penyandang cacat tunanetra itu.

Sementara itu, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan, sudah seharusnya penyandang cacat diberikan hak untuk memilih, lengkap dengan fasilitas yang memadai. “Mereka warga negara juga yang memiliki hak yang sama,” kata Wali Kota.

Wali Kota mengusulkan untuk pengadaan fasilitas khusus memilih bagi penyandang cacat. “Meskipun jumlah penyandang cacat di Batam relatif sedikit,” kata dia, tetapi haknya tetap harus diperhatikan.

Mengenai anggaran untuk Pilkada Kota Batam, ia mengatakan sedang dibahas antara Komisi Pemilihan Umum Batam dan Badan Anggaran Pemerintah Kota Batam.

Dana untuk Pilkada Kota Batam akan dialokasikan dalam APBD-P 2010. Pilkada Batam akan diselenggarakan pada Januari 2011. (sumber: kompas)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.