Modal Rp 5,3 Miliar, Ratih Sang Kalah di Pilkada Ngawi

ratih sang pilkada ngawiMantan model Ratih Sanggarwati akhirnya mengakui kalah bertarung dalam pemilihan kepala daerah Ngawi, Jawa Timur, Rabu (12/5/2010) lalu. Perolehan suaranya tetap tidak unggul menurut perhitungan suara sementara hingga Jumat (14/5/2010).

Pemilihan di Ngawi diikuti lima pasangan calon, dan Ratih Sang hanya bercokol di posisi ketiga. Padahal, model terkenal era 1990-an itu merupakan calon terkaya dengan total kekayaan Rp 5,3 miliar.

Jumlah pemilih tetap di Ngawi sebanyak 738.970 orang, tersebar di 216 desa/kelurahan dan 19 kecamatan. Pasangan nomor urut satu Tri Suyono-Suramto (Noto) mengumpulkan 18.956 suara (4,66 persen) dan pasangan nomor urut dua M Rosyidi-Siti Amsiyah (Rosa) mendulang 11.085 suara (2,72 persen).

Sementara itu, pasangan nomor urut tiga Budi Soelistyono-Oni Anwar Harsono (OK) meraih 221.576 suara (54,42 persen) alias di posisi pertama sebagai pemenang. Lalu, pasangan nomor urut empat Maryudhi Wahyono-Suratno (Mars) mendulang 97.939 suara (24,05 persen) alias sebagai runner-up, serta pasangan nomor urut lima Ratih Sanggarwati-Choirul Anam (Ratih) meraih 57.593 suara (14,15 persen) atau di posisi ketiga.

Penakluk utama Ratih Sang, pasangan Budi Soelistyono-Oni Anwar Harsono, memang “raja kecil” di Ngawi. Budi Soelistyono alias Kanang adalah mantan Wakil Bupati Ngawi selama dua periode, pendamping Bupati dr Harsono. Nah, Oni Anwar Harsono adalah anak dr Harsono.

“Mbak Ratih sedang keluar. Kami tidak tahu ke mana, sebab malam sebelumnya Mbak Ratih menginap di hotel di luar Kota Ngawi,” kata Purwanto, seorang anggota tim sukses yang berada di Posko Ratih.

Ketua Tim Pemenangan Ratih, Endro Ist, mengatakan, pihaknya mendapat banyak laporan tentang politik uang pada saat pemungutan suara. Setiap pemilih diberi Rp 10.000 hingga Rp 50.000. “Untuk daerah basis kami, pemilih bisa mendapat hingga Rp 50.000. Untuk daerah lain, rata-rata mendapat Rp 10.000,” ujarnya di Ngawi.

Ketua Panitia Pengawas Pilkada Ngawi Sugiharto menyatakan, pihaknya memang mendapat banyak informasi tentang politik uang. Namun, belum ada saksi atau pelapor yang membawa bukti. “Kami masih terus mendalami. Tetapi, kami tidak bisa bergerak lebih jauh kalau tidak ada saksi, bukti, dan pelapor,” ujarnya.

Sementara Budi Soelistyono mengatakan, kemenangannya ini sesuai harapannya. “Kami optimistis hasil perhitungan sementara itu tak akan banyak berubah dalam penetapan KPUD Ngawi mendatang,” katanya. (sumber: kompas)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.