MK-Bawaslu-KPU Siapkan Solusi Atasi Sengketa Pilkada

Solusi Sengketa PilkadaMahkamah Konstitusi (MK), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), melakukan pertemuan tertutup untuk membahas berbagai pelaksanaan teknis dan sejumlah solusi terkait sengketa pilkada.

“MK memberikan penjelasan dan alasan umum dibalik putusan-putusannya, tanpa membicarakan kasus-kasus khusus. Ini hanya penyamaan persepsi,” kata Ketua KPU A Hafiz Anshary, usai acara pertemuan di Gedung MK Jakarta, Jumat (5/11).

Menurut dia, salah satu topik yang dibicarakan dalam pertemuan itu, adalah tentang kebijakan MK yang tidak hanya menyidangkan sengketa pilkada dengan berdasarkan perolehan angka suara saja.

“Tetapi juga bisa menyidangkan proses yang mempengaruhi angka tersebut. Seperti politik uang, intimidasi, dan lain sebagainya. Karena orang sering melihat perkara hasil pemilihan umum (PHPU) dari angka-angka saja,” kata Hafiz.

Hafiz mencontohkan kasus Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang langsung mendiskualifikasi salah satu pasangan calon karena ada tindakan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Lalu, hal lain yang menjadi pembicaraan adalah, tentang putusan yang merujuk pada pemungutan suara ulang yang harus dikawal bersama-sama. “Agar bisa berjalan baik, sehingga hasil pemungutan suara ulang itu tidak kembali digugat ke MK lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini mengatakan, bahwa pertemuan tersebut merupakan upaya untuk mencari pemahaman terhadap perspektif tiga lembaga itu terhadap sengketa pilkada. Bagi Bawaslu, pertemuan tersebut akan lebih memberikan pemahaman terhadap situasi yang terjadi di lapangan. “Untuk memperbaiki performa kami terutama di tingkat bawah,” katanya. Terutama, tutur Sardini, perlunya dibuat terobosan dalam penanganan pelanggaran pilkada.

Waspadai Konflik

Sementara itu, Panitia Pengawas Pilkada 2010 Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengingatkan kepada panitia pengawas tingkat kecamatan agar selalu waspada terhadap situasi setelah pilkada putaran kedua.

“Saya menginstruksikan hal itu, karena situasi politik di Kabupaten Bandung setelah pilkada putaran kedua pada Minggu (31/4) hingga saat ini masih memanas,” kata Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada 2010 Kabupaten Bandung Hikmat Suganjar, kemarin.

Selain kepada panitia pengawas tingkat kecamatan (panwascam), Panwas Pilkada 2010 Kabupaten Bandung menyampaikan peringatan yang sama kepada panitia pengawas lapangan (PPL) agar tidak terpengaruh oleh situasi politik saat ini.

Untuk itu, Hikmat menginstruksikan pula panwascam dan PPL se-Kabupaten Bandung tetap waspada dengan memberlakukan tugas piket, baik kepada pengurus maupun anggota panwascam dan PPL di sekretariat masing-masing.

Menurut Hikmat, masih memanasnya suhu politik di Kabupaten Bandung setelah Pilkada 2010 putaran kedua hingga saat ini, akibat dari kedua pasangan calon saling mengklaim sebagai pemenang.

Padahal, ujar Hikmat KPU baru akan menetapkan hasil penghitungan suara secara manual dalam pesta demokrasi lima tahunan di Kabupaten Bandung ini Senin (8/11).

Ketua Panwascam Margahayu Bagja Sukmana, menyebutkan, pihaknya telah memberlakukan piket, baik terhadap jajaran pengurus, anggota maupun PPL, jauh hari sebelum instruksi Ketua Panwas Pilkada 2010 Kabupaten Bandung, keluar.

“Jadi kami tinggal mengerjakan tugas lain saja, karena pemberlakukan piket telah kami laksanakan jauh hari sebelumnya,” kata Bagja. (sumber: suara karya)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.