Mimbar Gereja Bukan untuk Politik

gereja manggaraiUskup Ruteng, Mgr. Dr. Hubertus Leteng, Pr mengimbau hirarki gereja, imam dan biarawan/i agar bersikap netral dalam Pemilu Kada Manggarai dan Manggarai Barat, 3 Juni 2010. Mimbar gereja agar dipergunakan untuk pewartaan sabda Allah, bukan untuk kepentingan politik calon tertentu.

Imbauan itu tertuang dalam surat gembala Uskup Ruteng yang fotokopinya diperoleh Pos Kupang dari Rm. Manfred Habur, Pr di Sekpas Keuskupan Ruteng, Senin (3/5/2010). Mengacu pada tema omnes vos fratres estis (Mat. 23:8), Uskup Hubert mengajak umat Katolik di Manggarai dan Manggarai Barat agar mengedepankan semangat persaudaraan. Sebab nilai persaudaraan merupakan kepentingan yang kekal dan universal yang tidak boleh disamakan dengan kepentingan pemilu kada yang bersifat sesaat.

Dalam khazanah budaya Manggarai, persaudaraan menjadi dasar dan pilar bangunan masyarakat. Uskup Hubert meminta agar nilai khas budaya Manggarai itu menjadi acuan dalam proses pemilu kada dan dalam menentukan pilihan atas calon-calon yang ditetapkan KPUD. “Tempatkanlah nilai persaudaraan di atas segalanya dan hargailah pilihan sesamamu sebagai saudara,” ajak Uskup Hubert.

Untuk warga yang terlibat langsung dalam pemilu kada, Uskup Hubert meminta agar menggunakan hak pilih secara jujur, langsung dan rahasia. Manfaatkanlah kesempatan pemilu kada sebaik mungkin dengan mengikuti tata cara yang benar supaya suara kita tidak mubazir. “Umat Manggarai Timur dukung proses pemilu kada di Manggarai dan Manggarai Barat secara rohani dan cara-cara yang tidak bertentangan dengan undang-undang,” pintanya.

Dia meminta umat Katolik untuk menjadi pemilih yang cerdas dan tidak gampang ditipu dan terkecoh oleh uang atau isu-isu primordial. Umat diharapkan mengenal calon-calon secara baik, visi-misinya, komitmen kemasyarakatannya, kemampuan kepemimpinan dan penghayatan iman keagamaannya. “Pilihlah calon yang Anda percaya dapat membawa perubahan, kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, baik jasmani maupun rohani,” pintanya.

Untuk para klerus, biarawan/i, Uskup Hubert juga meminta agar tidak terlibat berpolitik praktis. Para imam, bruder, suster dan frater tidak dilarang untuk menggunakan hak pilihnya dan mempunyai pendapat pribadi untuk memilih calon yang dipercayainya.

Dia menyerukan agar semua kegiatan pastoral di  paroki, stasi dan komunitas basis agar bersih dari propaganda calon tertentu. “Marilah kita rayakan satu kali misa khusus untuk kesuksesan Pemilu Kada Manggarai dan Manggarai Barat,” pintanya. (sumber: pos kupang)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.