Mbah Marijan Panutan Bagaimana Menjaga Amanat

Mbah Marijan Panutan Bagaimana Menjaga Amanat
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menilai juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan, merupakan sosok pemimpin yang benar-benar menjalankan amanat dan bertanggung jawab. Almarhum, katanya, memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat tentang menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Meski harus mengorbankan jiwa dan raganya,” kata Ical, panggilan akrab Aburizal, usai mengikuti prosesi pemakaman Mbah Marijan di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis, 28 Oktober 2010.
Ical mengaku tak banyak mengenal Mbah Maridjan sebagai pribadi. Namun, ia pernah berkomunikasi dan bekerja sama dengan almarhum ketika Gunung Merapi akan meletus pada 2006. Saat itu, Ical menjabat menteri koordinator kesejahteraan rakyat (menkokesra).
Dari pertemuan tahun 2006 itu,  Ical punya kesan tersendiri terhadap Mbah Marija, yang bernama lengkap Raden Mas Ngabehi Panewuh Surakso Hargo itu. “Beliau pribadi yang santun namun tegas, lugas dan bertanggung jawab. Beliau memberikan contoh kepada kita bagaimana menjaga amanat atau tugas yang diberikan.”
Ical mengikuti prosesi pemakaman jenazah Mbah Marijan didampingi sejumlah pejabat Fraksi Partai Golkar DPR RI dan petinggi DPP Partai Golkar. Di antaranya, Yorris Raweyai, Fuad H Masyhur, Setya Novanto, Bambang Soesatyo, Cicip Sutarjo, Titik Soeharto dan Mahyudin.
Selepas pemakaman, Ical bersama rombongan meninjau lokasi pengungsian warga korban letusan Gunung Merapi di Desa Glagaharjo dan Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Di dua tempat yang masing-masing dihuni sekitar 1.500 pengungsi itu, Ical memberikan bantuan berupa sembako, makanan cepat saji, masker, selimut dan pakaian hangat, dan lain-lain.
Mantan Menkokesra itu juga meninjau lokasi dapur umum yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan bagi para pengungsi.

jusuf_kalla__dirut_jamu_sido_muncul__irwan_hidayat___mbah_marijanKetua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menilai juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan, merupakan sosok pemimpin yang benar-benar menjalankan amanat dan bertanggung jawab. Almarhum, katanya, memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat tentang menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Meski harus mengorbankan jiwa dan raganya,” kata Ical, panggilan akrab Aburizal, usai mengikuti prosesi pemakaman Mbah Marijan di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis, 28 Oktober 2010.

Ical mengaku tak banyak mengenal Mbah Maridjan sebagai pribadi. Namun, ia pernah berkomunikasi dan bekerja sama dengan almarhum ketika Gunung Merapi akan meletus pada 2006. Saat itu, Ical menjabat menteri koordinator kesejahteraan rakyat (menkokesra).

Dari pertemuan tahun 2006 itu,  Ical punya kesan tersendiri terhadap Mbah Marija, yang bernama lengkap Raden Mas Ngabehi Panewuh Surakso Hargo itu. “Beliau pribadi yang santun namun tegas, lugas dan bertanggung jawab. Beliau memberikan contoh kepada kita bagaimana menjaga amanat atau tugas yang diberikan.”

Ical mengikuti prosesi pemakaman jenazah Mbah Marijan didampingi sejumlah pejabat Fraksi Partai Golkar DPR RI dan petinggi DPP Partai Golkar. Di antaranya, Yorris Raweyai, Fuad H Masyhur, Setya Novanto, Bambang Soesatyo, Cicip Sutarjo, Titik Soeharto dan Mahyudin.

Selepas pemakaman, Ical bersama rombongan meninjau lokasi pengungsian warga korban letusan Gunung Merapi di Desa Glagaharjo dan Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Di dua tempat yang masing-masing dihuni sekitar 1.500 pengungsi itu, Ical memberikan bantuan berupa sembako, makanan cepat saji, masker, selimut dan pakaian hangat, dan lain-lain.

Mantan Menkokesra itu juga meninjau lokasi dapur umum yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan bagi para pengungsi. (sumber: vivanews)

Filed Under: Nasional

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.