Mantan Wali Kota Jayapura Kecewa Gubernur

Mantan Wali Kota Jayapura Kecewa Gubernur
Mantan Wali Kota Jayapura periode 2005-2010 MR Kambu menyesalkan pernyataan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, yang menyebutkan terjadi kegagalan pembangunan dan masih semrawutnya Kota Jayapura.
“Kenapa saat saya masih menjabat Wali kota Jayapura, kaka Bas (sebutan untuk Barnabas Suebu) tidak mengatakan hal itu. Sekarang saat saya pensiun dan ingin menikmati masa pensiun dengan tenang, tiba-tiba muncul pernyataan seperti itu,” katanya di Jayapura, Minggu malam.
Ia menjelaskan, saat dirinya dilantik sebagai Wali Kota Jayapura tahun 2005, setahun kemudian giliran Barnabas Suebu yang dilantik sebagai Gubernur Papua.
Artinya mereka selama empat tahun bekerja bersama dan bermukim di kota Jayapura, sehingga jika pada akhir masa jabatannya dan memperoleh ucapan seperti itu, MR Kambu mengaku sangat kecewa.
“Ini sama saja membunuh karakter orang. Kenapa kaka Bas tidak panggil dan menegur saya, saat kami masih sama-sama berada dalam sistem. Saya sangat kecewa sekali,” ujar MR Kambu.
MR Kambu yang masih menjabat ketua Umum Persipura menambahkan, pernyataan Gubernur Barnabas Suebu yang dimuat salah satu Koran lokal terbitan Jayapura itu, sungguh telah membuat dia dan keluarga besarnya sangat terpukul.
“Apalagi disebutkan kalau mantan Wali Kota MR Kambu selama kepemimpinannya telah melakukan KKN, dan menekan orang, kemudian pada saat perayaan 100 tahun Kota Jayapura,” katanya.
MR Kambu mengatakan, sungguh tidak baik disebutkan bahwa perayaan peringataan 100 tahun tersebut lebih diarahkan pada entertainment untuk kepentingan pencalonan gubernur periode berikut.
Kebijakan Gubernur Papua sangat bagus membangun tanah Papua, tetapi kenapa diakhir masa jabatan dirinya, lalu mau memberi penilaian yang lain. Ada apa dengan semua ini, ujarnya.
“Harus diingat kalau di masa akhir jabatan, dirinya mendapat lima penghargaan dari Presiden, dan itu merupakan rekomendasi Provinsi. Apakah kaka Bas tidak tahu, atau karena sering berada di luar negeri,” kata MR Kambu.
Dalam kesempatan tersebut, MR Kambu juga mengungkapkan  akan menuntut balik atas masalah ini. (sumber: kompas)

barnabas suebu gubernur papuaMantan Wali Kota Jayapura periode 2005-2010 MR Kambu menyesalkan pernyataan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, yang menyebutkan terjadi kegagalan pembangunan dan masih semrawutnya Kota Jayapura.

“Kenapa saat saya masih menjabat Wali kota Jayapura, kaka Bas (sebutan untuk Barnabas Suebu) tidak mengatakan hal itu. Sekarang saat saya pensiun dan ingin menikmati masa pensiun dengan tenang, tiba-tiba muncul pernyataan seperti itu,” katanya di Jayapura, Minggu malam.

Ia menjelaskan, saat dirinya dilantik sebagai Wali Kota Jayapura tahun 2005, setahun kemudian giliran Barnabas Suebu yang dilantik sebagai Gubernur Papua.

Artinya mereka selama empat tahun bekerja bersama dan bermukim di kota Jayapura, sehingga jika pada akhir masa jabatannya dan memperoleh ucapan seperti itu, MR Kambu mengaku sangat kecewa.

“Ini sama saja membunuh karakter orang. Kenapa kaka Bas tidak panggil dan menegur saya, saat kami masih sama-sama berada dalam sistem. Saya sangat kecewa sekali,” ujar MR Kambu.

MR Kambu yang masih menjabat ketua Umum Persipura menambahkan, pernyataan Gubernur Barnabas Suebu yang dimuat salah satu Koran lokal terbitan Jayapura itu, sungguh telah membuat dia dan keluarga besarnya sangat terpukul.

“Apalagi disebutkan kalau mantan Wali Kota MR Kambu selama kepemimpinannya telah melakukan KKN, dan menekan orang, kemudian pada saat perayaan 100 tahun Kota Jayapura,” katanya.

MR Kambu mengatakan, sungguh tidak baik disebutkan bahwa perayaan peringataan 100 tahun tersebut lebih diarahkan pada entertainment untuk kepentingan pencalonan gubernur periode berikut.

Kebijakan Gubernur Papua sangat bagus membangun tanah Papua, tetapi kenapa diakhir masa jabatan dirinya, lalu mau memberi penilaian yang lain. Ada apa dengan semua ini, ujarnya.

“Harus diingat kalau di masa akhir jabatan, dirinya mendapat lima penghargaan dari Presiden, dan itu merupakan rekomendasi Provinsi. Apakah kaka Bas tidak tahu, atau karena sering berada di luar negeri,” kata MR Kambu.

Dalam kesempatan tersebut, MR Kambu juga mengungkapkan  akan menuntut balik atas masalah ini. (sumber: kompas)

Filed Under: Indonesia Timur

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.