Logistik Pilkada Dibakar Pilkada Kabupaten Tolitoli Memanas

api menjalarKapolda Sulteng Brigjen Pol Drs H Andi Hasanuddin di Palu, Selasa (1/6/2010) mengakui bahwa eskalasi gangguan keamanan di daerah itu meningkat, sehubungan pembakaran sejumlah kantor sekretariat panitia pemilihan kecamatan (PPK). Akibat insiden itu sejumlah logistik pilkada yang siap disebar ke TPS musnah.

Beberapa sumber mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 Wita di tujuh kecamatan secara hampir bersamaan.

PPK di Kecamatan Baolan, misalnya, sebelum dibakar diserang dengan lemparan batu hingga kaca-kaca berantakan. Tidak lama kemudian, api menyulut dan dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh logistik dan bangunan di lokasi itu terbakar. Kotak suara yang terbuat dari aluminium akhirnya meleleh.

Sekretaris Kecamatan Dampal Utara, Ilham, yang dihubungi terpisah membenarkan bahwa logistik Pilkada di Kecamatan Dampal Utara dan Dampal Selatan juga dibakar oleh sekelompok orang tak dikenal.

Beberapa saat sebelum pembakaran terjadi, beredar sejumlah pesan singkat yang tidak diketahui sumbernya yang mengatakan bahwa dalam hitungan jam, Tolitoli akan menjadi lautan api.

Kapolda Andi Hasanuddin membenarkan peristiwa itu namun mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada pelaku yang ditangkap polisi.

“Kami minta masyarakat tidak mudah terprovokasi untuk berbuat anarkis. Mari kita semua menjaga keamanan untuk kebaikan bersama. Polisi akan bertindak netral dan mengedepankan tindakan persuasif, namun akan tegas bertindak bila ada yang berbuat anarkis,” ujarnya.

Situasi keamanan menjelang Pilkada Tolitoli 2 Juni 2010 mulai memanas setelah meninggalnya Amiruddin H Nua, calon wakil bupati yang berpasangan dengan calon bupati Asis Bestari.

Atas peristiwa itu, KPU pusat mengeluarkan surat ke KPU Sulteng dan Tolitoli Nomor 320/KPU/V/2010 tanggal 27 Mei 2010 yang menyatakan bahwa Pilkada Tolitoli tetap berlangsung dan Asis Bestari tetap bisa mengikuti pilkada meski tanpa wakil.

Namun dua hari kemudian, KPU pusat mengeluarkan surat baru nomor 324 tanggal 29 Mei 2010 yang menganulir surat sebelumnya dan menyatakan bahwa pencalonan Asis Bestari gugur karena tanpa pasangan wakil bupati.

Inilah yang membuat pro-kontra di kalangan pendukung para calon, khususnya antara partai yang mendukung Asis Bestari dengan koalisi partai yang mendukung tiga calon lainnya.

Gubernur Sulteng HB Paliudju kemudian menggelar rapat dengan KPU Sulteng dan anggota Muspida Sulteng di Palu Minggu (30/5) yang memutuskan melanjutkan pilkada dengan menyertakan Asis Bestari dan meminta petunjuk dari Mendagri.

Hal ini semakin memperkeruh situasi di Tolitoli, sementara petunjuk dari Mendagri hingga Selasa siang belum tiba sementara pilkada akan digelar Rabu (2/6) besok. (sumber: kompas)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.