Lembata Belum Mau Cairkan Dana Pilkada

alokasi dana desaPemerintah Kabupaten Lembata, di Nusa Tenggara Timur sampai saat ini belum mau mencairkan dana pemilihan kepala daerah Kabupaten Lembata periode 2011-2016 untuk putaran kedua sebesar Rp 2,1 miliar.

“Kami menunggu keputusan hukum tetap, sebab masih ada gugatan hukum yang berjalan. Jangan sampai ketika dana sekarang di cairkan, dan pilkada berjalan terus, kemudian keputusan hukum mewajibkan pilkada ulang, nanti dari mana dicari lagi dananya,” kata Bupati Lembata Andreas Duli Manuk, Jumat (3/6/2011), ketika dihubungi dari Ende, Flores.

Pada putaran pertama, dana pilkada yang sudah dicairkan Pemkab Lembata berkisar Rp 10 miliar.

Gugatan hukum yang dimaksud bupati adalah yang dilakukan oleh pasangan calon independen, Lukas Lipataman – Muhidin Ishak. Pasangan ini telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang.

Mereka keberatan atas pencoretan pasangan tersebut yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lembata. KPUD mengacu pada hasil pemeriksaan kesehatan yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah WZ Yohanes Kupang tanggal 19 Februari 2011, yang menyatakan Lukas Lipataman tidak mampu secara rohani dan jasmani melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai kepala daerah.

Lukas saat ini masih menjabat sebagai Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata.

Sekadar diketahui, dari 11 pasangan bakal calon, KPU Lembata menetapkan 6 pasangan calon sebagai peserta pilkada, 2 pasangan calon di antaranya dicoret karena tak memenuhi syarat kesehatan (termasuk pasangan Lukas Lipataman – Muhidin Ishak, dan 3 pasangan calon yang lain gugur, karena persoalan dualisme kepengurusan partai).

Sementara dari gugatan Lukas, PTUN mengeluarkan putusan sela pada 28 April 2011 agar tahapan pilkada ditunda. Selanjutnya, keluar putusan PTUN Kupang pada 5 Mei 2011, yang mengabulkan gugatan Lukas – Muhidin. Lukas pun menuntut KPU Lembata membatalkan keputusan penetapan 6 pasangan calon sebelumnya.

Namun KPUD mengajukan banding, dan tetap menjalankan tahapan pilkada hingga pemilihan digelar tanggal 19 Mei 2011 lalu.

Dari 6 pasangan calon, hasil rekapitulasi perolehan suara di tingkat KPU Lembata pada 25 Mei 2011, tidak ada pasangan calon yang mampu meraih suara lebih dari 30 persen, sehingga mesti dilakukan putaran ke-2.

Dua pasangan calon yang meraih suara tertinggi, yang masuk ke putaran ke-2 adalah Herman Yosef Loli Wutun-Viktus Murin (Titen), yang didukung olah Partai Golkar meraih 15.101 suara (26,4 persen).

Pasangan calon lainnya, Elieser Yentji Sunur-Viktor Mado Watun (Lembata Baru) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Lembata Baru yang memperoleh 13.083 suara (22,9 persen).

“Kami meminta bupati segera mencairkan dana pilkada untuk putaran kedua ini, sebab jajaran di tingkat bawah juga mesti bekerja untuk persiapan pemilihan putaran kedua tanggal 4 Juli nanti,” kata juru bicara KPU Lembata, Michael Satria Betekeneng.

Sementara itu juru bicara KPU NTT Djidon de Haan yang dihubungi di Kupang menyatakan, Bupati Lembata Andreas Duli Manuk tidak berwenang menahan pencairan dana pilkada.

“Bupati tidak ada kewenangan untuk menahan dana pilkada, karena persoalan itu (gugatan) sudah masuk ranah hu kum. Perlu diketahui jadwal pilkada sangat ketat, sehingga meski ada gugatan, tahapan pilkada tetap jalan terus. Dan ini justru terkesan politis, apa karena rekan bupati (Lukas Lipataman) tidak masuk, lalu pencairan dana pilkada dipersulit,” kata Djidon mempertanyakan.

Djidon juga mengingatkan, pada tanggal 4 Agustus 2011 masa jabatan bupati periode 2006-2011 berakhir, sehingga pilkada putaran ke-2 mesti dilaksanakan sesuai dengan jadwal sebab waktunya relatif mepet.

“Kami akan mengupayakan pencairan dana pilkada ini dengan berkomunikasi dengan DPRD Lembata, dan gubernur. Bupati mengatakan kalau pilkada diulang kesulitan mencari dana lagi itu adalah alasan yang dicari-cari,” ujar Djidon. (sumber: kompas)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.