KPU Teliti Berkas Calon

Kupang– Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT masih meneliti kelengkapan berkas pencalonan para calon gubernur-calon wakil gubernur (Cagub/cawagub) NTT. Masa penelitian akan berlangsung sampai Rabu (9/1). Sementara pengumuman hasil penelitian dilaksanakan Kamis (10/1), dan direncanakan bersamaan dengan pengumuman hasil pemeriksaan kesehatan. “Sekarang masih dalam masa penelitian kelengkapan calon. KPU NTT masih melakukan penelitian kelengkapan para calon. Dan kita (KPU NTT, red) akan umumkan hasilnya sesuai jadwal,” ungkap Juru Bicara KPU NTT, Djidon de Haan kepada koran ini, Minggu (6/1). Sementara itu, informasi yang dihimpun koran ini kemarin, para kandidat yang merasa diri belum melengkapi persyaratan saat kini lagi disibukkan dengan urusan untuk melengkapi persyaratan. Bahkan ada calon yang harus ke KPK untuk menyampaikan laporan harta kekayaan. Ada juga calon yang belum beres urusan pajak dan berbagai surat keterangan. Hari-hari ini kesibukan para kandidat memang cukup tinggi. Setelah selesai masa pendaftaran pada 2 Januari, para kandidat langsung mengikuti pemeriksaan kesehatan yang berlangsung dua hari yakni 4-5 Januari. Saat ini, para kandidat disibukan lagi dengan mengurus kelengkapan yang masih dirasa kurang. Hal ini sebagaimana pengakuan pengurus salah satu partai politik bahwa kandidat yang diusung belum lengkap persyaratan. “Memang belum lengkap namun kami yakin akan beres pada masa perbaikan. Saat ini sedang disiapkan semua yang masih kurang,” jelas pengurus parpol yang minta namanya tidak dikorankan itu. Cagub NTT, Benny Bosu mengakui dirinya masih harus mengurus beberapa persyaratan yang belum lengkap. “Saya harus kembali ke Malang untuk mengurus beberapa hal yang belum lengkap,” kata Benny kepada koran ini, Minggu (6/1) melalui telepon seluler. Lain halnya dengan Esthon L. Foenay. Mengenai urusan dengan harta kekayaan, dirinya telah menyerahkan seluruh berkas ke KPU bersamaan dengan proses pendaftaran 28 Desember 2012 lalu. “Soal harta kekayaan saya, semuanya sudah selesai diverifikasi KPK dan tidak ada masalah. Sehingga saat mendaftar di KPU, laporan hasil verifikasi dari KPK saya sudah serahkan ke KPU NTT,” beber Esthon. Ketua KPU NTT, Johanes Depa mengatakan, KPU NTT pada masa pendaftaran selalu mengingatkan para calon untuk melengkapi semua persyaratan administrasi. “Semua kelengkapan persyaratan harus diperhatikan dengan baik. Satu saja persyaratan yang tidak lengkap akan mempengaruhi pencalonan karena semua persyaratan memiliki nilai yang sama,” kata John Depa saat pendaftaran calon. Sesuai agenda KPU NTT, setelah penelitian berkas kelengkapan calon, 3 – 9 Januari, dilanjutkan dengan pengumuman hasil penelitian dan perbaikan yang berlangsung 10-16 Januari. Setelah itu dilanjutkan dengan verifikasi hasil perbaikan yang berlangsung hingga 23 Januari. Pleno penetapan calon akan dilaksanakan pada 30 Januari. Penetapan nomor urut dilakukan pada 2 Februari. Pilih Gubernur Anti Korupsi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Periode 2013-2018 merupakan momen penting bagi NTT untuk mengawali sebuah perubahan. Salah satunya adalah mengubah image NTT sebagai daerah sarang korupsi. Hal ini disampaikan Ketua Umum Forum Pemuda Penggerak Keadilan dan Perdamaian (Formadda) NTT, Romo Kristoforus Tara di Jakarta, Sabtu (5/1). Kepada Fajar Media Center (FMC), Romo Kristo –sapaan akrabnya– menjelaskan, saat ini yang dibutuhkan masyarakat NTT adalah pemimpin yang berkomitmen untuk membuat perubahan yang lebih baik. Salah satu yang dituntut adalah melepas stigma sebagai daerah korupsi. “Agak ironis, daerah dengan tingkat ekonomi yang cukup rendah, tapi banyak uang rakyat jatuh ke kantong-kantong pejabat. Ini tidak terlepas karena buruknya tata kelola birokrasi. Maka, pemimpin NTT diharapkan bersih dari kasus-kasus dan dugaan-dugaan korupsi agar tidak tersandra dalam proses kepemimpinan selanjutnya,” jelas salah satu aktivis Jakarta asal NTT ini. Selanjutnya, menurut dia, saat ini masyarakat NTT juga membutuhkan pemimpin yang mempunyai hati hati dan cinta yang besar untuk manusia dan alam NTT. Pemimpin yang paham karakter khusus manusia dan alam NTT. Salah satu karakter dan kekhususan NTT adalah pulau-pulau kecil yang padat penduduknya. Oleh karena itu, salah satu tugas dan tanggung jawab pemimpin NTT adalah menjaga dan merawat manusia NTT dari berbagai kebijakan yang bisa menghancurkan dan merusak manusia dan alam NTT. “Kalau ada pemimpin yang justru mengeluarkan kebijakan yang merusak dan menghancurkan manusia dan alam NTT, maka dia tidak layak menjadi pemimpin NTT,” ujarnya. Melalui Pilgub NTT tahun 2013, menurut rohaniwan Katolik ini, ada pendidikan politik yang baik kepada masyarakat NTT. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan oleh para kandidat adalah bukan saling serang kelemahan pribadi masing-masing, tetapi dapat merumuskan visi, misi dan program kerja yang dapat dipahami oleh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat memilih kandidat secara cerdas. Formadda, kata Kristoforus, berharap Pilgub NTT berjalan dengan aman dan damai, tanpa intrik-intrik yang mencoreng nilai-nilai demokrasi. Formadda juga mengingatkan sering terjadi deal politik antara penguasa dan pengusaha yang merugikan dan mengorbakan kepentingan rakyat banyak. “Oleh karen itu, Pilgub ini tidak boleh menjadi momen bagi para kandidat untuk melakukan deal-deal di ruang gelap yang berdampak buruk pada keputusan-keputusan atau kebijakkan-kebijakan publik ke depan,” harap Romo Kris (sumber: http://www.timorexpress.com)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.