KPU Antisipasi Gugatan Pilkada 2011

Gedung KPUKomisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Pemilukada yang berujung gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Evaluasi itu ditujukan untuk mempersiapkan pelaksanaan Pemilukada 2011, terutama setelah MK membuka peluang bagi calon yang tidak lolos seleksi di KPU bisa mengajukan gugatan sengketa Pemilukada.

Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshari, menyatakan bahwa KPU sebagai pihak yang melaksanakan putusan MK tidak akan menilai putusan MK. “Tapi dalam antisipasi ke depan, kita punya rencana untuk mengadakan pertemuan dengan KPU (Provinsi dan Kabupaten/Kota) yang akan melaksanakan Pemilukada tahun 2011,” kata Hafiz usai berbicara dalam sebuah seminar di Jakarta, Kamis (2/12).

Lebih lanjut Hafiz menjelaskan, persoalan Pemilukada di masa mendatang akan semakin rumit. “MK membuka pintu bagi orang yang tidak masuk dalam peserta Pemilu karena dicoret KPU, punya legal standing untuk mengadu ke MK,” ujarnya.

Rencananya, rapat PU akan digelar pada 9-11 Desember mendatang. Rapat itu bakal diikuti KPU daerah yang akan menggelar Pemilukada di tahun 2011. Menurut Hafiz, dalam pertemuan itu KPU akan melakukan pembinaan internal terhadap anggota KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota.

Hal itu dilakukan karena adanya indikasi ketidakcermatan KPU daerah dalam memverifikasi bakal calon kepala daerah dalam Pemilukada. “Jangan sampai kawan-kawan di daerah itu mengambil keputusan meloloskan calon dengan tidak cermat. Kadang-kadang yang tidak memenuhi syarat tapi diloloskan,” katanya.

Karenanya saat ditanya apakah banyaknya persoalan dalam Pemilukada itu juga diakibatkan lemahnya KPU daerah, Hafiz tak sepenuhnya membantah. “Kita punya UU dan aturan. Kita tidak tahu apakah faktornya karena SDM yang lemah dalam kaitan pengetahuan terhadap UU, atau justru karena ada tekanan, bujukan dan rayuan. Kita perlu cemati,” tukasnya.

Meski demikian Hafiz juga mengatakan bahwa hingga saat ini penyelenggaraan Pemilukada sudah bagus. Dalam pandangan Hafiz, bagusnya pelaksanaan Pilkada itu bisa dilihat dari persentase jumlah gugatan Pilkada yang dikabulkan MK, yakni hanya di bawah 10 persen dari total gugatan.

“Tapi ada juga yang menggembirakan dengan adanya MK, orang sudah mulai tahu bahwa persoalan di lapangan tidak diselesaikan di lapangan,” pungkasnya. (sumber: jpnn)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.