Korupsi Pengadaan Al Quran Goyang Beringin

Korupsi politikus Zulkarnaen Djabar (ZD) atas proyek pengadaan Al-Quran merusak kredibilitas Golkar karena efek berantainya yang cukup kuat. Golkar kembali dalam sorotan publik, seperti halnya Demokrat, akibat korupsi politik.

Golkar mengalami distorsi akibat korupsi kitab suci ini. Maklum ZD merupakan salah satu politikus asal partai berlambang pohon beringin itu. Golkar boleh jadi menghadapi kerusakan moral yang kronis dalam kasus malpraktek kekuasaan proyek pengadaan Al-Quran ini.

Betapa tidak, ZD sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Kementerian Agama (Kemenag), telah membuat Golkar dan Kemenag citranya merosot. Apalagi menurut Ketua KPK, Abraham Samad, anggota Badan Anggaran DPR asal Fraksi Partai Golkar itu menjadi tersangka dalam tiga proyek Kemenag.

Pertama, ZD diduga terlibat suap dalam proyek pengadaan Al Quran 2011 di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag. Kedua, ia diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait proyek pengadaan laboratorium komputer madrasah tsanawiyah di Ditjen Pendidikan Islam Kemenag 2011. Ketiga, ia juga terlibat dugaan korupsi dalam proyek pengadaan kitab suci Al Quran tahun anggaran 2012.

KPK menelusuri tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan Al Quran tahun anggaran 2011-2012. KPK dalam hal ini sudah menemukan minimal dua alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status kasus tersebut ke tahap penyidikan.

Dalam kasus ini ZD mengarahkan oknum Ditjen Bimas Islam untuk memenangkan PT Adhi Aksara Abadi (A3I) sebagai rekanan dalam proyek pengadaan Al Quran. Kemudian, ZD juga memerintahkan oknum Ditjen Pendidikan Islam untuk mengamankan proyek laboratorium MTS dan sistem komunikasi untuk memenangkan PT BKM sebagai rekanan.

Pasal yang dilanggar, Pasal 5 Ayat 2 kemudian Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terkait penyidikan kasus ini, KPK melakukan penggeledahan di sejumlah tepat, di antaranya di kediaman ZD di Jalan Cendrawasih, Jati Cempaka, Bekasi, di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta dan kantor ZD di Gedung Kompleks Parlemen, Jakarta serta kantor perusahaan swasta. KPK juga menetapkan kerabatnya berinisial DP sebagai tersangka dalam kasus yang serupa.

Bagaimana modus korupsi Alquran ini? ZD mengarahkan kepada oknum di Ditjen Bimas Islam untuk memenangkan perusahaan DP, PT A3I untuk pengadaan Al Quran. ZD juga memerintahkan oknum Ditjen Pendidikan Islam untuk memenangkan PT BKN dalam proyek lab komputer sistem komunikasi MTS.

Ketua KPK Abraham Samad di Gedung KPK, Jakarta, menambahkan, dua perusahaan itu diduga berada di bawah PT KSAI. DP yang menjadi Direktur Utama PT KSAI ini masih saudara tersangka. Karena itulah politikus Golkar ini memperjuangkan agar PT KSAI memenangkan berbagai proyek di Kementerian Agama. Abraham mengaku KPK masih mengembangkan kasus ini.

Dengan kasus korupsi Al-Quran ini, Golkar pimpinan Aburizal Bakrie tak perlu basa-basi, justru Golkar harus cepat mengantisipasi dan mendorong KPK menuntaskan kasusnya. Agar dampak negatif dan efek ZD atas Golkar tidak makin membesar. Bagaimanapun skandal ini bisa menjadi ‘nila setitik merusak susu sebelanga’ (sumber: inilah.com)

Filed Under: Nasional

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.