“Kisruh”, Simulasi Pengamanan Pilkada Kulonprogo

kisruh pilkada kulonprogoPemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kulonprogo diskenariokan kisruh karena banyak terjadi kecurangan dan praktik money politik. Massa yang yang tidak terima menggerudug kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, aksi anarkis pun tak bisa terhindarkan.

Kekisruhan bermula ketika sekelompok orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor KPU Kulonprogo. Mereka memprotes hasil Pilkada serta menuntut pembatalan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Merasa tidak mendapat respons atas tuntutan itu, kelompok tersebut mendatangkan massa secara besar-besaran.

Aksi anarkis tak terhindarkan. Massa berupaya menerobos penjagaan polisi sehingga terjadi saling dorong. Bahkan masa kemudian melakukan penyerangan dan pelemparan ke arah pasukan kepolisian yang membentuk barisan barikade.

Meski telah diminta membubarkan diri melalui alat pengeras suara, massa tetap nekat. Upaya pembubaran pun terpaksa dilakukan dengan mengerahkan beberapa ekor anjing pelacak hingga penembakan water cannon. Massa akhirnya berhasil dibubarkan.

Begitulah simulasi pengamanan Pilkada yang digelar Polres Kulonprogo di Alun-alun Wates, Kamis (21/4). Simulasi itu melibatkan 550 personil dari Polres Kulonprogo, Satsabhara serta Satbrimob Polda DIY. Kapolres Kulonprogo, AKBP K Yani Sudarto mengatakan, simulasi itu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi yang tidak kondusif.

“Kita belajar dari pengalaman-pengalaman Pilkada di tempat lain maupun yang pernah dilaksanakan, tapi saya yakin di Kulonprogo akan berjalan baik. Dengan simulasi ini personil diingatkan lagi, kalau tidak dilatih lagi kan kaku-kaku juga,” katanya.

Kapolres mengatakan, Operasi Mantap Praja Progo 2011 untuk pengamanan Pilkada, akan melibatkan 660 personil dari Polres Kulonprogo. Bila terjadi peningkatan ekskalasi, pengamanan akan di-backup Polda DIY baik dari Satsabhara maupun Satbrimob.

“Kami berharap seluruh masyarakat, terutama seluruh kontestan ikut mendukung pelaksanaan Pilkada yang baik, sama-sama menciptakan iklim yang kondusif di Kabupaten kulonprogo,” harapnya.

Sementara itu Ketua KPU Kulonprogo, Siti Ghoniyatun mengatakan, untuk menghindari terjadinya konflik Pilkada, KPU Kulonprogo sendiri akan selalu mendasarkan pada peraturan perundang-undangan dalam proses penyelenggaraannya. Sehingga dari segi yuridis semua tahapan kebijakan dan keputusan KPU berdasarkan pada peraturan perundang-undangan.

“Selain itu KPU juga sudah berkomitmen dengan pasangan calon atau tim pasangan calon untuk menjaga suasana yang kondusif dalam proses penyelenggaraan Pilkada. Para pasangan calon sudah berkomitmen menjalankan Pilkada secara damai,” tandasnya. (sumber: suara merdeka)

Filed Under: Kabar Pilkada

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.