Kinerja Panwas Pilwali Surabaya Dipertanyakan

kotak suara pilkadaKinerja Panitia Pengawas Pemilihan Wali Kota Surabaya dipertanyakan. Perintah hitung dan coblos ulang dari Mahkamah Konstitusi (MK) diduga tidak lepas dari kinerja itu.

Budi Harijono, Ketua Tim Pemenangan Fandi Utomo-Yulius Bustami mengatakan, MK menenggarai ada sejumlah pelanggaran yang seharusnya menjadi ranah kerja panwas. Hal itu, antara lain, dugaan politik uang dan mekanisme penghitungan.

“Seharusnya panwas memproses dugaan politik uang sebelum menjadi masalah. Kalau panwas proaktif, dugaan itu bisa diselesaikan dan tidak perlu masuk pertimbangan hakim konstitusi,” ujarnya di Surabaya, Rabu (14/7/2010).

Tentang mekanisme penghitungan, panwas juga nyaris tidak mengawasi dengan benar proses penghitungan. Hal itu, antara lain, terlihat dari pembiaran atas tawar menawar batas terendah hitung suara tidak sah.

“Panwas tidak berani secara tegas menyatakan mekanisme itu salah atau tidak. Hanya menyebutkan terindikasi salah. Tapi, tidak jelas kriteria terindikasi salah itu bagaimana,” ujarnya.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gayungan Setyo Radji menyatakan, PPK memang kebingungan dengan istilah terindikasi itu. Tanpa kriteria, istilah dari panwas itu jadi multi tafsir.

“Di tempat kami diterjemahkan dengan menghitung lagi semua surat suara. Di tempat lain, ada proses penafsiran yang berbeda lagi,” kata Gayungan.

Kondisi itu diperburuk dengan panwas kecamatan yang tidak konsisten. Di beberapa kecamatan, panwas kecamatan menyatakan tidak masalah dengan mekanisme penghitungan hingga tahap kecamatan. Namun, dalam penghitungan di tingkat kota, panwas kecamatan melaporkan ada masalah.

“Kalau konsisten, semua pelanggaran bisa segera diselesaikan. Warga Surabaya tidak harus bekerja dua kali untuk penghitungan dan pemungutan suara ulang,” ujar Budi.

MK memerintahkan 26 kecamatan di Surabaya menghitung ulang semua surat suara. Sementara lima kecamatan lain yakni Semampir, Bulak, Sukolilo, Rungkut, dan Wonokromo menggelar pemungutan suara ulang. (sumber: kompas)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.