Kerusuhan Pilkada Sulit Diprediksi

kisruh pilkadaMendagri Gamawan Fauzi telah mengirim surat ke seluruh daerah, menyusul gejolak pilkada di sejumlah daerah. Mantan gubernur Sumbar itu mengingatkan jajarannya di daerah agar terus siaga. Pasalnya, kerusuhan pilkada sulit diprediksi.

“Bisa saja pendeteksian kita belum maksimal, atau kita juga prediksikan (masalahnya) tidak sebesar itu, ternyata malah jadi besar,” ujar Gamawan Fauzi usai sebuah acara di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (25/5).

Seperti diketahui, kerusuhan pilkada terjadi di Kota Sibolga, Kabupaten Mojokerto (Jatim), dan terakhir Senin (24/5) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Di Humbahas, aksi anarkis dipicu keputusan KPU Humbahas yang tidak meloloskan pasangan bakal calon Saut Parlindungan Simamora-Parlaungan Lumbantoruan. Massa mengamuk, merusak sejumlah kantor dinas pemkab, antara lain kantor dinas pemuda dan olah raga, dinas peternakan, dan kantor dinas pendidikan.

Gamawan mengatakan, kerusuhan-kerusuhan seputar pilkada yang sudah terjadi di sejumlah daerah itu harus menjadi pelajaran bagi daerah lain. Terutama, kasus yang terjadi di Mojokerto. ”Ini menjadi early warning bagi daerah-daerah kalau itu terjadi seperti apa. Oleh karena itu, saya sudah menyurati daerah-daerah untuk berhati-hati,” katanya.

Menurutnya, Mojokerto sendiri tidak termasuk daerah yang dalam pemetaan diprediksi bakal rusuh. “Karena itu kita kaget juga. Tapi malah ternyata besar masalahnya,” kata Gamawan. (sumber: sumut pos)

Filed Under: Kabar Pilkada

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.