Kantor KIP Diserbu dan Dilempari Massa

pemungutan suara pilkadaKomisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dan KIP kabupaten/kota di daerah itu menetapkan pemilihan kepala daerah provinsi dan 17 kabupaten/kota bergeser dari 16 Februari 2012 menjadi 9 April 2012. Namun, keputusan itu menuai protes yang menyebabkan kantor KIP diserbu dan dilempari pengunjuk rasa.

“Keputusan penetapan tanggal pemungutan suara ini berdasarkan hasil rapat pleno KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota,” kata Komisioner KIP Aceh Yarwin Adi Dharma di Banda Aceh, Senin (30/1).

Sebelumnya, tutur Yarwin, Pilkada Aceh dijadwalkan digelar 16 Februari 2012. Namun, karena ada putusan sela Mahkamah Konstitusi (MK), KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota membuka kembali pendaftaran pasangan bakal calon.

Selain putusan sela, MK dalam putusan 27 Januari 2012 menyatakan, Pilkada Aceh digelar paling lambat 9 April 2012.

“Putusan sela itu memerintahkan kami membuka pendaftaran pasangan bakal calon sejak 17 hingga 24 Januari 2012. Pendaftaran tidak dibatasi hanya calon dari partai politik, tetapi juga calon perseorangan,” kata Yarwin.

Sementara itu, massa Koalisi Masyarakat untuk Pilkada Damai yang berdemonstrasi di KIP Aceh di Banda Aceh, Senin (30/1), melempari kantor tersebut dengan telur. Massa emosi karena para komisioner KIP tidak menjumpai mereka untuk menjelaskan hasil keputusan soal jadwal pemilihan gubernur dan 17 bupati/wali kota yang digelar serentak.

Massa juga melempari wartawan yang meliput aksi mereka dengan telur. Sejumlah wartawan berhamburan menyelamatkan diri. Tetapi, beberapa wartawan tak urung terkena lemparan.

“Kami minta wartawan jangan meliput aksi ini. Kalau terjadi apa-apa, kami tidak bertanggung jawab. Rekan-rekan pengunjuk rasa juga diminta tidak anarkis. Aksi kami di sini damai,” ujar seorang pengunjuk rasa melalui pengeras suara.

Ratusan pengunjuk rasa itu mendesak KIP Aceh melaksanakan pemilihan gubernur dan 17 bupati tepat waktu. Dalam aksi itu, mereka menegaskan, pilkada tak boleh bergeser dari jadwal yang telah tetapkan, yakni 16 Februari 2012.

Yusuf Qardhawi, orator aksi, mengatakan, penggeseran pelaksanaan Pilkada Aceh dikhawatirkan melahirkan konflik. KIP Aceh harus bertanggung jawab jika itu terjadi.

“Kami akan membawa massa lebih banyak lagi jika KIP Aceh menggeser jadwal pilkada. Apa susahnya melaksanakan pilkada tepat waktu, yakni 16 Februari 2012,” kata Yusuf.

Sementara itu, calon Gubernur Irwandi Yusuf mengatakan, penundaan Pilkada Aceh yang terus berulang merugikan calon-calon yang telah mendaftar. Bahkan, dia mengaku menanggung kerugian hingga Rp 1 miliar per bulan akibat pengunduran itu.

“Kami ada 23 kantor tim sukses di kabupaten dan kota di seluruh Aceh. Mereka harus terus bekerja. Jika terus mundur, jelas kami rugi karena harus menanggung operasional tiap bulan hingga Rp 1 miliar,” ujar Irwandi di Banda Aceh, Senin (30/1).

Dalam Pilkada 2012, Irwandi, yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Aceh, berpasangan dengan calon Wakil Gubernur Muhyan Yunan.

Muhyan adalah mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh yang juga kader Partai Golkar. Irwandi-Muhyan maju dari jalur perseorangan.

Meski demikian, sebagai Gubernur Aceh, Irwandi mengingatkan semua pihak tidak memunculkan aksi kekerasan sebagai bagian dari gerakan politik, khususnya menjelang pelaksanaan pilkada.

“Jangan lagi kita saling gontok-gontokan, menjatuhkan, apalagi memunculkan aksi kekerasan sebagai bagian dari gerakan politik,” katanya saat meresmikan sejumlah proyek strategis di Banda Aceh, kemarin.

Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menegakkan demokrasi secara jujur dan tanpa ada pemaksaan, sehingga pembangunan Aceh di masa mendatang dapat berjalan dengan baik.

“Sebab, tugas membangun Aceh masih sangat panjang. Saya berharap semua elemen masyarakat bisa ambil bagian dalam pembangunan ini,” katanya dalam peresmian proyek strategis yang dipusatkan di jembatan layang kawasan Santan perbatasan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. (sumber: suara karya)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.