Jeruk SoE Diserang Tiga Penyakit

jeruk keprokIr. I Wayan Mudita, M.Sc

JERUK keprok SoE yang mati sejak beberapa tahun terakhir itu karena diserang oleh tiga jenis penyakit. Dua penyakit disebabkan oleh jamur dan satunya oleh bakteri. Jadi cukup kompleks.

Kalau jamur itu jenisnya jamur diplodia yang menyerang kulit dan batang. Jeruk yang kena jamur ini kulit batang pohonnya terkelupas. Ada juga jamur phytophtora, yaitu jamur yang menyerang akar, pangkal batang jeruk sehingga menyebabkan tanaman jeruk menjadi layu, menguning kemudian mati.  Kondisi lain pada tanaman yang diserang jenis penyakit ini yaitu keluar getah kecoklatan dari batang, kemudian daun jeruk rontok.

Sedangkan penyakit yang ketiga berupa bakteri yang dikenal dengan nama Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri liberobacter asianticus. Penyakit ini sangat berbahaya bagi tanaman jeruk. Penyebaran penyakit ini cepat sekali karena melalui vektor atau perantara yaitu diaphorina citri (kutu loncat)  dan juga melalui anakan jeruk.

Jeruk keprok SoE itu pertama kali diserang jamur diplodia, kemudian jamur phytophtora dan terakhir diserang lagi bakteri CVPD.

Penyakit CVPD ini muncul tahun 1990-an dan sudah diuji secara laboratorium oleh saya sendiri dalam penelitian dan hasilnya  jeruk keprok SoE positif terserang CVPD.  Jasi hasil tes Polynerase Chain Reaction (PCR), jeruk di SoE positif terserang CVPD. Tes berbasis DNA ini kita lakukan terhadap jeruk keprok dan jeruk manis di SoE, dan keduanya positif terserang.

Namun sampai sekarang Pemerintah Kabupaten TTS maupun pemerintah propinsi tidak mengakui temuan ini.

Padahal, hasil penelitian pada laboratorium baik oleh saya sendiri maupun Karantina Tumbuhan Kupang hasilnya sama, jeruk SoE positif terserang CVPD. Karena pemerintah belum mau mengakui, maka tidak heran kalau petani jeruk di TTS tidak tahu jenis penyakit apa yang menyerang tanaman mereka.

Untuk mengendalikan penyakit-penyakit jeruk itu diperlukan penyadaran kepada petani dan memperketat pemindahan atau pergerakan anakan jeruk. Misalnya pengadaan mata tunas untuk kepentingan penempelan guna memperbanyak tanaman, mata tunas itu harus diambil dari induk yang sehat dan harus diawasi ketat oleh pemerintah.

Sedangkan kalau untuk tanaman yang sudah kena penyakit, perlu dilakukan  eradikasi, yaitu memotong tanaman yang sakit dan dimusnahkan.
(I Wayan  Mudita adalah dosen Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana).

Filed Under: Indonesia Timur

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.