Jelang Pilkada, Spanduk Bertebaran

spanduk pilkada bertebaranAjang Pemilukada DKI Jakarta baru akan digelar tahun 2012 mendatang. Namun demikian, sejumlah spanduk maupun baliho bergambar bakal calon gubernur DKI Jakarta sudah tampak memenuhi setiap sudut jalanan di wilayah ibu kota. Di Jakarta Selatan, nyaris di setiap sudut jalan raya sangat mudah sekali dijumpai spanduk ataupun baliho para bakal calon gubernur DKI Jakarta tersebut. Hal ini setidaknya terlihat di kawasan seperti, Lentengagung, Pasarminggu, Pesanggrahan, Kebayoranbaru, Kebayoranlama dan lain sebagainya. Alhasil, keberadaan spanduk maupun baliho itu justru menambah kesemrawutan wajah ibu kota serta menimbulkan kesan kumuh.

Dari pantauan beritajakarta.com, spanduk-spanduk maupun baliho itu bergambar tokoh-tokoh baik yang berasal dari parpol maupun ormas tertentu yang selama ini diberitakan akan maju dalam ajang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tahun 2012 mendatang. “Bikin kotor saja. Soalnya selain di jalan, spanduk-spanduk itu juga dipsang di tempat-tempat fasilitas umum lainnya seperti pagar taman, tiang listrik dan lain sebagainya,” keluh Dewi (43), warga Pasarminggu, Senin (18/4).

Spanduk-spanduk itu antara lain dengan mudah ditemukan di Jalan Lenteng Agung Raya atau tepat di depan kampus IISIP, Jalan Raya Pasar Minggu, Jalan Kebayoran Lama, Jalan Pakubuwono, Jalan Asia Afrika, Jalan Pintu I Senayan, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan TB Simatupang, dan lain sebagainya. Adapun tokoh-tokoh yang terpampang dalam spanduk maupun baliho itu antara lain, Aziz Syamsudin, Djan Faridz, Triwisaksana, dan lain sebagainya.

Jika tidak memiliki izin tentu saja, hal ini melanggar Perda No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum di DKI Jakarta. Sementara itu, Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Sulistiarto saat dihubungi beritajakarta.com untuk dimintai keterangannya mengenai hal ini, ponselnya tidak dijawab. (sumber: berita jakarta)

Filed Under: Kabar Pilkada

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.

  • Quote of the Day
    Bagaimana mau menang, jika tidak pernah masuk dalam pertempuran.